Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setelah Sukses, Istri Berubah Jadi Debt Collector

Administrator • Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:00 WIB
Setelah Sukses, Istri Berubah Jadi Debt Collector
Setelah Sukses, Istri Berubah Jadi Debt Collector

Uang bukanlah segalanya, akan tetapi segalanya bakalan susah bila tanpa uang. Kalimat yang berseli-weran di media sosial itu yang kini jadi pedoman hidup Karin.


Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya


HIDUP di zaman sekarang, ada benarnya kalimat yang menjadi pedoman hidup Karin, 40, itu. Uang bukanlah segalanya, akan tetapi segalanya butuh uang. Pipis aja butuh Rp 2.000 kalau nggak kepingin nanggung malu di SPBU.


Nah, pedoman itulah yang kini membuat Donwori, 46, pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak. Setiap pulang ke rumah, bak debt collector, Karin selalu menagih uang ke suaminya. Uang, uang dan uang kepada Donwori. “Ngelu ndasku, kerjoan sepi, bojo njaluk duwit terus. Kukut wis,” ucap Donwori di Pengadilan Agama (PA) Klas I A Surabaya, awal pekan lalu.


Donwori menceritakan, mulanya Karin adalah wanita yang penurut, patuh, tunduk dengan suaminya. Hidup pasangan suami istri ini pun cukup sejahtera, setelah merintis usaha bersama. Usaha jual makanan ringannya pun berjalan mulus hingga mereka memiliki dua unit rumah.


Pada tahun 2008, keduanya memutuskan tinggal serumah bersama kedua anaknya. Sebelumnya, meski suami istri, tapi Karin dan Donwori tak serumah dengan buah hati mereka. Anak-anak diasuh neneknya (dari pihak Karin). “Karena sudah mulyo, ya anak-anak kita asuh sendiri. Cik gak ribet,” sambungnya.


Waktu berjalan terus, pernikahan berlangsung mulus. Hingga singkat cerita, sewaktu usahanya mengalami penurunan di tahun 2020, hubungan Karin vs Donwori mulai tak harmonis. Beberapa usaha yang dimilikinya perlahan-lahan tutup satu per satu. Hingga hal tersebut membuat rumah tangga Karin dan Donwori timbul gesekan dan belanjut di tahun 2021.


“Setelah usaha saya bangkrut kan saya kerja di tempat orang lain untuk modal lagi, Karin mulai berubah. Istri selalu nagih uang setiap kali pulang ke rumah. Lah kerja masih berjalan beberapa hari sudah minta uang,” kata Donwori.


Akibat hal tersebut keduanya pun semakin sulit akur. Masalah-masalah kecil menjadi besar. Bahkan Karin sering berkata kasar setiap kali uang belanja yang diberikan oleh Donwori kurang. “Saya sudah usaha cari uang masih saja dikata-katain,” akunya.


Donwori pun merasa harga dirinya mawut, diodal-adil Karin. Gengsi sebagai laki-laki plus suami yang pernah sukses, Donwori muntab. Ia merasa tak dihargai istri sendiri. Diremehkan. Karena selalu menuntut materi, membuat Donwori tertekan hingga akhirnya Karin memilih berpisah.


Karin meninggalkan Donwori tanpa pamit. Ketika dicari kerumah mertuanya, Karin juga tidak ada di tempat. Donwori pun merasa gagal mempertahankan rumah tangganya. Ia memutuskan untuk menceraikan Karin di PA Klas IA Surabaya. “Daripada aku sumpek mikir, mending cerai ae. Wis nggak sanggup aku, bah-bahno. Ate mblakrak gak muleh, yo jarne ae. Buyar wis.” pungkasnya. (*/opi)


 

Editor : Administrator
#iso ae #Sephia #Donjuan #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin