Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nikah Kedua Dikira Lebih Disayang, Ternyata Malah Benjut

Administrator • Rabu, 10 Maret 2021 | 10:35 WIB
Nikah Kedua Dikira Lebih Disayang, Ternyata Malah Benjut
Nikah Kedua Dikira Lebih Disayang, Ternyata Malah Benjut


Pernikahan kedua ternyata tak ada romantis-romantisnya.  Sebaliknya, malah banyak benjutnya daripada sayang-sayangannya. 


Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya


Karin, 45, menikah dengan Donwori, 46, masing-masing bukan untuk pertama kalinya. Karin janda, Donwori duda. Karena merasa cocok, keduanya menikah. Sama-sama tak bawa buntut. “Harapannya, Mas Wori adalah jodoh saya terakhir. Menua bersama,” kenang Karin mengenang impian romantikanya.


Tapi, keinginan Karin menua bersama Donwori hanya bertahan dua tahun saja. Masuk tahun ketiga, semua mulai berubah.  “Mas Wori ternyata tidak seperti pria yang saya harapkan, “ lanjut Karin. Ada nada penyesalan di suaranya yang lirih kepada Radar Surabaya, suatu pagi di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya.


Sikap Donwori membuat Karin tidak betah.  Donwori kerap membuat Karin bonyok.  Pria yang bekerja sebagai  sales makanan itu tak jarang memukuli istrinya ketika kemauannya tidak dituruti seperti yang diinginkan. 


Makin lama Karin tidak betah. Ia lantas menggugat cerai suaminya tersebut ke pengadilan. Bukan karena diselingkuhi atau tidak cinta. Namun sikap suaminya tersebut yang membuatnya geleng-geleng. Salah sedikit, bisa bonyok. “Kenal pertama dulu nggak kayak gitu sifatnya, saya lihat sabar. Lah kok setelah menikah jadi kesetanan,” kata Karin. 


Karin sudah cukup berusaha sabar, namun suaminya semakin melunjak. Selain sering main tangan, Donwori juga bersikap semaunya sendiri. Bahkan di hadapan orang tua Karin, juga sering berkata kurang sopan. 


Hal itu membuat dirinya tidak tenang dan berpikir keras. Bagaimana agar suaminya berubah. “Kalau sudah wataknya kasar, ya susah diubah. Yang ada kalau dinasihati malah emosi dia,” ungkap Karin. 


Setelah pikir panjang dan diskusi dengan keluarganya.  Karin disarankan agar mengakhiri hubungan rumah tangganya itu. Meskipun berat, itu menjadi pilihan terbaik menurut keluarganya. 


Sementara itu, Donwori pun menolak diceraikan. Ia bersikukuh ingin melanjutkan pernikahannya. Akan tetapi, pihak keluarga Karin keberatan jika dia tidak bisa mengubah sifatnya itu jadi lebih baik.  “Dari pada saya sering dibuat sasaran tinju kalau pas marah. Yaudah ini lah jalan terbaiknya, saya akhiri saja. Ingin fokus mengurus anak-anak saya,” tandasnya. (*/opi)


Editor : Administrator
#iso ae #Sephia #Donjuan #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin