Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Status Masih Istri, Tapi Kok Sudah Dihamili Orang Lain

Administrator • Jumat, 24 April 2020 | 11:05 WIB
Status Masih Istri, Tapi Kok Sudah Dihamili Orang Lain
Status Masih Istri, Tapi Kok Sudah Dihamili Orang Lain



Sebenarnya Karin, 32, bisa cerai dengan terhormat. Kalau saja dia bisa menahan nafsu untuk tidak ‘nganu’ dengan laki-laki lain. Sampai hamil pula.


Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya


Donwori, 37, menjatuhkan talak saat Karin sedang hamil lima bulan. Tidak ada iba atau kasihan. Yaopo maneh, hamilnya dengan selingkuhan. "Sek duwe bojo isoke meteng kambek lanangan liyo. Uteke deleh nak dengkul opo," ujar Donwori, kesal, di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu. 


Sepakat  sih dengan Donwori. Karin memang keterlaluan gibliknya . Istri macam apa yang mau-maunya dihamili selingkuhan. Andaikan kepentok nafsu, monggo, sak karepmu. Tapi mbok ya pakai pengaman, kan?


Donwori menangkap perselingkuhan Karin ini secara tak sengaja. Bahkan, Karin tak bicara secara langsung. Waktu itu dia curiga Karin hamil karena kondisi perutnya yang makin membesar. Dan ketika ditanya, Karin mengangguk  singkat. Mengiyakan.


Sejak  saat itu, Donwori mulai pusing. Belum, pikirannya belum ke arah perselingkuhan. Tapi, panik karena artinya bebannya akan tambah lagi. Dia pusing memikirkan pakai uang apa untuk menghidupi tiga anaknya dengan layak. "Penggawean mek swasta gaji sitik kate tambah anak, mumet ndasku dorong-dorong," terangnya.


Donwori dan Karin memang sengaja menjaga agar punya anak cukup dua saja. Karin takut pakai KB. Donwori ogah vasektomi. Maka dari itu untuk mencegah kehamilan, dia pakai kondom saja. Setiap berhubungan, mereka cari aman. Di luar masa subur dan pasti  pakai proteksi.


Yang menjadi pertanyaan Donwori, masa iya kondomnya  bocor? Tapi, dia sih tidak yakin. Kalaupun bocor bisa dirasakan, katanya.


Masih dalam mode belum bisa menerima kehamilan, Donwori pun menelusuri jejak kehamilan Karin. Ia lalu menghitung masa-masa janin ini jadi sampai kapan membuatnya. Patokannya usia kehamilan Karin yang lima bulan ini (entah dari mana Donwori bisa menguasai hal itu). 


Setelah hitung-menghitung, Donwori menemukan keanehan. Yakni di waktu Karin ‘nganu’ sampai terbuahi jadi janin. Donwori ingat betul saat itu dia dan istrinya sedang perang dingin. Yang saling sapa saja ogah, apalagi berhubungan suami istri. Seingatnya dulu, satu bulan lebih mereka tak saling sentuh. 


Kecurigaan Donwori makin mengerucut manakala saat itu,  Karin keluar rumah lebih sering dari biasanya. Atau nyaris setiap hari teleponan dengan laki-laki. Yang dia bilang sahabatnya sendiri. Alasannya Karin dulu, suntuk di rumah dengan Donwori.


Dari sini, dia sudah menemukan jawaban. Tanpa sepengetahuan Karin, dia mengajak Donjuan, selingkuhan istrinya, ketemuan. Setelah sempat mendaratkan pukulan beberapa kali, Donwori langsung membombardir Donjuan dengan beberapa pertanyaan. Dari sini, fiks ketahuan. Donjuan ini beneran bapak dari jabang bayi di perut Karin. 


Tak terima dikhianati, Donwori pun memutuskan jalan cerai. Pikirnya, "Yawes lek gak gelem ambek aku maneh, terus-terusno selingkuh."


Karin juga setuju. Meski harus meninggalkan kata yang melukai Donwori. Katanya, dia terpaksa selingkuh karena bosan. Tak diperhatikan. Sementara Donwori cuek dan sibuk dengan pekerjaan. Kalau Donwori mau membela diri, padahal sibuknya dia karena mikir makan anak istri. (*/opi)

Editor : Administrator
#iso ae #Donjuan #Balada Rumah Tangga #Donwori #Karin