RADAR SURABAYA- Kekalahan tipis yang dialami Liverpool FC saat bertandang ke markas Galatasaray SK memicu gelombang kritik dari para pendukung The Reds.
Pelatih Arne Slot bahkan dituding melakukan keputusan yang “nyaris lalai” karena tetap mempertahankan bek tengah Ibrahima Konaté di lapangan meski tampil buruk sepanjang pertandingan.
Laga leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League yang digelar di Istanbul pada Selasa malam berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi Galatasaray.
Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Mario Lemina pada menit ketujuh.
Gol Cepat Galatasaray Manfaatkan Kelemahan Liverpool
Gol berawal dari situasi bola mati. Sepak pojok yang dilepaskan Gabriel Sara berhasil disundul oleh Victor Osimhen sebelum bola disambar Lemina dari jarak dekat.
Sundulan gelandang asal Gabon itu tak mampu dihalau kiper Giorgi Mamardashvili yang tampil menggantikan Alisson Becker yang masih mengalami cedera.
Gol tersebut kembali menyoroti kelemahan Liverpool dalam mengantisipasi bola mati musim ini.
Sepanjang musim, tim asuhan Slot telah kebobolan hingga 10 gol dari situasi sepak pojok.
Bermain di atmosfer panas stadion Istanbul yang dipenuhi pendukung tuan rumah, Liverpool kesulitan mengembangkan permainan.
Tekanan tinggi Galatasaray membuat lini belakang The Reds beberapa kali kehilangan koordinasi.
Penampilan Konate Jadi Sorotan
Salah satu pemain yang mendapat sorotan tajam adalah Ibrahima Konate.
Bek asal Prancis itu dinilai tampil di bawah performa terbaiknya sepanjang laga.
Mantan bek Liverpool yang kini menjadi analis BBC Sport, Stephen Warnock, bahkan menilai posisi bermain Konate kerap bermasalah.
“Konate terlalu sering keluar dari posisinya. Akibatnya, Virgil van Dijk harus menghadapi dua atau tiga pemain di tengah pertahanan,” ujar Warnock.
Ia juga menambahkan bahwa Liverpool terlihat kehilangan organisasi permainan setiap kali kehilangan bola di area serangan.
Penampilan kurang meyakinkan Konate membuat banyak pendukung Liverpool mempertanyakan keputusan Slot yang tidak menariknya keluar lebih cepat.
Sejumlah komentar penggemar di BBC Sport menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan taktis.
Mereka menilai pelatih asal Belanda itu seharusnya mengganti Konate lebih awal atau bahkan tidak menurunkannya sejak menit pertama.
Desakan Perubahan di Lini Pertahanan
Sebagian pendukung juga mempertanyakan keputusan Slot yang tidak memainkan Joe Gomez sebagai starter di lini belakang.
Menurut mereka, kehadiran Gomez mungkin bisa membuat pertahanan Liverpool lebih stabil menghadapi tekanan Galatasaray.
Selain itu, masa depan Konate di Anfield juga menjadi bahan perbincangan. Bek berusia 26 tahun tersebut dikabarkan belum mencapai kesepakatan kontrak baru dengan Liverpool dan disebut-sebut diminati raksasa Spanyol, Real Madrid CF.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Liverpool mungkin akan mempertimbangkan melepas Konate jika tidak ada perkembangan kontrak hingga akhir musim.
Liverpool Masih Punya Peluang di Leg Kedua
Meski kalah 0-1, peluang Liverpool untuk lolos ke perempat final masih terbuka. The Reds akan menjamu Galatasaray pada leg kedua di Anfield pekan depan.
Bermain di hadapan pendukung sendiri tentu menjadi keuntungan bagi Liverpool untuk membalikkan keadaan.
Namun, Arne Slot dipastikan harus segera memperbaiki organisasi lini pertahanan timnya jika tidak ingin kembali mendapat kritik tajam dari para pendukung.
Jika masalah koordinasi di lini belakang tidak segera diatasi, langkah Liverpool di Liga Champions musim ini bisa terhenti lebih cepat dari yang diharapkan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan