RADAR SURABAYA- Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, memastikan langkah ke perempat final All England Open 2026 setelah menyingkirkan wakil Korea Selatan, Kim Ga Eun, pada babak 16 besar.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (5/3) waktu setempat, Putri menang dua gim langsung dengan skor 25-23, 21-15.
Kemenangan tersebut membawa Putri melaju ke delapan besar dan akan menghadapi unggulan pertama dunia asal Korea Selatan, An Se Young.
Putri KW Siap Bermain Tanpa Beban
Menghadapi pemain papan atas dunia seperti An Se Young, Putri mengaku akan tampil tanpa tekanan. Ia ingin menikmati pertandingan dan memberikan permainan terbaiknya.
“Kalau bertemu An Se Young pastinya saya ingin bermain nothing to lose. Saya juga penasaran karena sudah beberapa kali bertemu dan baru bisa mengambil satu gim,” ujar Putri dalam keterangan resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Putri menegaskan bahwa ia tidak ingin terlalu memikirkan hasil pertandingan. Fokus utamanya adalah berjuang di setiap reli yang terjadi di lapangan.
“Saya tidak mau banyak berpikir. Yang penting sebelum shuttlecock jatuh harus dikejar,” katanya.
Akui Sempat Kehabisan Napas
Dalam laga melawan Kim Ga Eun, Putri mengaku cukup puas dengan performanya meski sempat merasakan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Hal itu terjadi karena pada pertandingan sebelumnya laga hanya dimainkan hingga 11 poin, sehingga ritme permainan sempat berubah.
“Secara keseluruhan saya cukup puas dengan permainan hari ini, walaupun sempat sedikit engap di awal,” kata Putri.
Ia juga menilai Kim Ga Eun tetap memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Menurut Putri, lawannya memiliki permainan yang solid dengan mengandalkan pukulan atas serta permainan net yang tajam.
“Dia tidak gampang mati dan pukulan kecilnya juga tajam, jadi saya mencoba membatasi itu,” ujarnya.
Atmosfer All England Selalu Spesial
Selain kemenangan yang diraih, Putri juga mengaku senang bisa kembali tampil di All England, turnamen bulu tangkis tertua di dunia yang selalu menghadirkan atmosfer luar biasa.
Turnamen yang pertama kali digelar pada 1899 tersebut dikenal sebagai salah satu ajang paling prestisius dalam kalender bulu tangkis dunia.
“Senang bisa kembali ke All England. Penontonnya ramai sejak hari pertama jadi rasanya berbeda,” kata Putri.
Pertandingan perempat final antara Putri Kusuma Wardani dan An Se Young diprediksi akan menjadi ujian berat bagi wakil Indonesia tersebut.
Namun dengan semangat tanpa beban, Putri berpeluang memberikan kejutan di panggung besar All England 2026.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan