Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hurzeler Ngamuk! Tuduh Arsenal Buang Waktu dan “Bikin Aturan Sendiri” Usai Brighton Kalah 0-1

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 5 Maret 2026 | 09:39 WIB

Fabian Hurzeler kritik Arsenal yang bermain dengan banyak membuang waktu.
Fabian Hurzeler kritik Arsenal yang bermain dengan banyak membuang waktu.

RADAR SURABAYA – Pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, melontarkan kritik pedas kepada Arsenal usai timnya kalah 0-1 dalam lanjutan Liga Inggris, Kamis.

Hurzeler menuding The Gunners kerap melakukan aksi buang waktu dan seolah “membuat aturan sendiri” demi mengamankan kemenangan.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sesi wawancara yang berlangsung cukup panas selepas pertandingan.

Gol Bukayo Saka Tentukan Laga

Arsenal memastikan tiga poin berkat gol tunggal Bukayo Saka yang sempat terdefleksi pemain Brighton.

Kemenangan ini semakin penting karena pada saat bersamaan Manchester City hanya bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest.

Tambahan tiga poin membuat Arsenal memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi tujuh angka. Hasil tersebut kian mengukuhkan posisi tim asuhan Mikel Arteta dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.

Hurzeler: Hanya Satu Tim yang Mau Bermain Sepak Bola

Dalam pernyataannya, Hurzeler mengaku kecewa dengan pendekatan permainan Arsenal.

“Saya melihat hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola hari ini,” ujar pelatih berusia 33 tahun tersebut.

Ia juga menyoroti banyaknya momen yang dianggap sebagai taktik mengulur waktu. Menurutnya, jika wasit dan otoritas liga tidak bersikap tegas, praktik seperti itu akan terus terjadi.

“Jika semuanya dibiarkan, tentu akan sulit. Mereka seperti membuat aturan sendiri,” tegasnya.

Hurzeler menambahkan bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi pelatih yang berusaha memenangkan pertandingan dengan cara seperti itu.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pemain dan mempertahankan filosofi permainan menyerang.

Soroti Aksi David Raya dan Protes Penalti

Hurzeler turut menyinggung aksi penjaga gawang Arsenal, David Raya, yang beberapa kali terjatuh dan menghentikan tempo permainan.

“Apakah normal seorang kiper terjatuh sampai tiga kali dalam satu pertandingan?” sindirnya.

Selain itu, ia menilai Brighton seharusnya mendapatkan penalti pada akhir babak pertama.

Fabian Hürzeler mengkritik kiper Arsenal, David Raya, karena dinilai “tiga kali terjatuh” dalam pertandingan tersebut.
Fabian Hürzeler mengkritik kiper Arsenal, David Raya, karena dinilai “tiga kali terjatuh” dalam pertandingan tersebut.

Namun, ia mengaku tetap menerima keputusan wasit, sembari meminta Liga Inggris membuat aturan yang lebih jelas untuk mengatasi praktik buang waktu.

Di lapangan, ketegangan juga sempat terlihat ketika bek Brighton, Joel Veltman, mengangkat Saka dari lapangan karena frustrasi melihat sang pemain terlalu lama tergeletak.

Arteta Balas Sindiran

Menanggapi kritik tersebut, Arteta memberikan respons singkat bernada sarkastik. Ia menyebut komentar semacam itu bukan hal baru.

“Tidak mengejutkan,” ujarnya. “Saya mencintai para pemain saya dan cara mereka bersaing.”

Pelatih asal Spanyol itu memilih fokus pada kemenangan timnya ketimbang memperpanjang polemik.

Dampak ke Persaingan Gelar Liga Inggris

Kemenangan atas Brighton menjadi langkah krusial bagi Arsenal dalam menjaga momentum perebutan gelar.

Dengan selisih tujuh poin dari pesaing terdekat, tekanan kini berada di kubu Manchester City untuk terus meraih hasil maksimal di sisa musim.

Di sisi lain, kontroversi yang dipicu komentar Hurzeler berpotensi memanaskan rivalitas kedua tim dalam pertemuan berikutnya.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Fabian Hurzeler #liga inggris #Arsenal #david raya #brighton & hove albion #mikel arteta