RADAR SURABAYA - Bek andalan Manchester United, Harry Maguire, dinyatakan bersalah oleh pengadilan Yunani dalam kasus penyerangan terhadap aparat kepolisian yang terjadi saat liburan di Mykonos pada 2020.
Dalam sidang ulang yang digelar di Pulau Syros, Rabu (4/3), ia dijatuhi hukuman 15 bulan penjara dengan masa percobaan.
Putusan ini menjadi babak terbaru dari proses hukum panjang yang telah berlangsung hampir enam tahun sejak insiden tersebut terjadi.
Tidak Hadir di Sidang, Fokus Bela Manchester United
Maguire tidak menghadiri persidangan karena tengah mempersiapkan diri membela Manchester United menghadapi Newcastle United di St James’ Park dalam lanjutan kompetisi domestik.
Meski divonis bersalah, bek tim nasional Inggris itu dipastikan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Yunani. Langkah hukum tersebut diambil untuk membersihkan namanya dari tuduhan yang selama ini ia bantah.
Kronologi Kasus Harry Maguire di Mykonos
Kasus ini bermula pada Agustus 2020 saat Maguire berlibur bersama keluarganya di Pulau Mykonos, Yunani. Ia ditangkap setelah terlibat keributan yang melibatkan aparat setempat.
Pada persidangan awal, Maguire sempat dinyatakan bersalah atas dakwaan penyerangan berat, perlawanan terhadap petugas, dan percobaan penyuapan.
Ia ketika itu dijatuhi hukuman 21 bulan penjara bersyarat. Namun, sesuai hukum Yunani, vonis tersebut otomatis dibatalkan setelah ia mengajukan banding.
Sidang ulang mengalami beberapa kali penundaan, termasuk karena ketidakhadiran kuasa hukum serta aksi mogok pengacara di Yunani.
Versi Pembelaan Maguire
Pihak kuasa hukum Maguire menyebut insiden bermula ketika dua pria mendekati adik perempuannya di sebuah bar dan diduga menyuntikkan zat tak dikenal hingga menyebabkan korban pingsan.
Dalam wawancara terdahulu dengan BBC, Maguire mengaku panik dan mengira dirinya serta keluarganya sedang diculik ketika dibawa oleh aparat berpakaian sipil.
“Saya takut dan panik. Saya pikir hidup saya dalam bahaya,” ujarnya saat itu.
Namun, jaksa penuntut menyatakan Maguire mendorong petugas yang hendak memborgolnya hingga mengalami cedera serta menawarkan suap kepada polisi—tuduhan yang dibantah keras oleh sang pemain.
Dampak terhadap Karier Maguire
Terlepas dari kasus hukum yang membelitnya, Maguire tetap tampil bersama Manchester United dan bahkan memperkuat tim nasional Inggris di turnamen besar setelah insiden tersebut.
Kini, di usia 33 tahun, masa depan hukumnya masih bergantung pada proses banding yang akan diajukan ke Mahkamah Agung Yunani.
Jika banding ditolak, putusan 15 bulan penjara bersyarat tetap berlaku, meski tidak mengharuskannya menjalani hukuman fisik selama tidak melanggar ketentuan percobaan.
Kasus Harry Maguire di Yunani ini kembali menjadi sorotan publik dan media Inggris, sekaligus menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan pesepak bola papan atas Eropa di luar lapangan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan