RADAR SURABAYA – Duel panas sesama ganda putra Indonesia tersaji pada babak kedua All England 2026.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan menantang juniornya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, usai sama-sama meraih kemenangan meyakinkan di laga pembuka.
Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Rabu pagi WIB, Fajar/Fikri tampil dominan saat menumbangkan ganda Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dalam dua gim langsung 21-9 dan 21-17.
Fajar/Fikri Tampil Superior
Sejak gim pertama, Fajar/Fikri langsung mengendalikan permainan. Mereka unggul cepat 6-2 dan terus menekan hingga mencatat enam poin beruntun untuk memimpin 16-8.
Permainan agresif dan rapatnya pertahanan membuat Ong/Teo kesulitan mengembangkan pola serangan.
Gim pertama ditutup Fajar/Fikri dengan kemenangan telak 21-9 setelah meraih lima poin berturut-turut.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia kembali tancap gas dengan keunggulan 6-0. Mereka menjaga jarak hingga memimpin 14-7 di pertengahan gim.
Meski Ong/Teo sempat memangkas selisih angka, Fajar/Fikri tetap tenang di poin-poin krusial dan memastikan kemenangan 21-17.
Kemenangan ini sekaligus menjaga asa Fajar/Fikri untuk melangkah lebih jauh di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Raymond/Joaquin Bangkit Dramatis
Sementara itu, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus berjuang lebih keras saat menghadapi wakil Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Mereka sempat kehilangan gim pertama 17-21 sebelum bangkit dan memenangi dua gim berikutnya 21-12 dan 21-19.
Raymond mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan.
“Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan diberi kemenangan. Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan karena kalah angin sehingga belum bisa mengontrol permainan.
Di gim kedua dan ketiga kami sudah lebih paham pola yang harus diterapkan,” ujar Raymond.
Nikolaus menambahkan, momentum kebangkitan terjadi setelah interval gim ketiga saat mereka tertinggal 8-11.
“Kami mencoba meyakinkan diri belum kalah dan fokus meraih satu poin demi satu poin. Pada skor 19-19 kami berspekulasi dengan flick servis dan berhasil,” katanya.
Keduanya juga sepakat atmosfer All England terasa berbeda dibandingkan turnamen lain, termasuk warna karpet abu-abu khas arena pertandingan yang menambah tantangan adaptasi.
Misi Balas Dendam Fajar/Fikri
Pertemuan di babak kedua nanti bukan sekadar duel sesama wakil Merah Putih. Fajar/Fikri mengusung misi balas dendam setelah kalah dalam dua pertemuan terakhir melawan Raymond/Joaquin.
Terakhir, Fajar/Fikri tersingkir di perempat final Indonesia Masters 2026 pada 23 Januari lalu usai takluk dari pasangan muda tersebut.
Secara pengalaman dan jam terbang, Fajar/Fikri lebih diunggulkan. Namun, performa impresif Raymond/Joaquin dalam dua pertemuan sebelumnya menjadi sinyal bahaya.
Duel ini dipastikan menyajikan pertarungan sengit sekaligus memastikan satu tiket Indonesia ke babak perempat final All England 2026.
Bagi pecinta bulu tangkis Tanah Air, laga ini menjadi pembuktian regenerasi ganda putra Indonesia di panggung dunia.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan