Gila! Liverpool Cetak 3 Gol Pojok dalam 45 Menit, Pecahkan Rekor Premier League usai Hancurkan West Ham 5-2
Rahmat Adhy Kurniawan• Minggu, 1 Maret 2026 | 03:52 WIB
Liverpool FC mengalahkan West Ham United dengan skor 5-2 untuk meningkatkan peluang mereka lolos ke Liga Champions.
Liverpool Hancurkan West Ham 5-2, Arne Slot Bongkar Rahasia Rekor Set-Piece Premier League
RADAR SURABAYA - Liverpool tampil menggila saat membungkam West Ham United dengan skor 5-2 pada pekan ke-28 Premier League 2025/2026 di Anfield, Sabtu (28/2) malam.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan juga momen bersejarah setelah The Reds memecahkan rekor gol beruntun dari situasi bola mati.
Tiga gol pertama Liverpool di babak pertama seluruhnya lahir dari sepak pojok, menandai dominasi mutlak pasukan Arne Slot sejak menit awal.
Tiga Gol Sudut Hancurkan West Ham di Babak Pertama
Liverpool langsung membuka keunggulan lewat Hugo Ekitiké pada menit kelima. Tak lama berselang, Virgil van Dijk menggandakan skor melalui tandukan memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-24.
Dominasi bola mati tuan rumah berlanjut saat Alexis Mac Allister mencetak gol ketiga pada menit ke-43, kembali dari situasi sepak pojok. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
West Ham sempat memperkecil ketertinggalan melalui Tomáš Souček pada menit ke-49. Namun, Cody Gakpo mengembalikan jarak menjadi 4-1 pada menit ke-70.
Taty Castellanos sempat memberi harapan bagi tim tamu pada menit ke-75, tetapi gol bunuh diri Axel Disasi pada menit ke-82 memastikan kemenangan telak Liverpool 5-2.
Rekor Baru Set-Piece di Premier League
Kemenangan atas West Ham membuat Liverpool mencatatkan tujuh gol beruntun di Premier League yang semuanya berasal dari sepak pojok atau tendangan bebas.
Rangkaian itu dimulai saat menghadapi Manchester City, Nottingham Forest, hingga Newcastle United sebelum laga ini.
Catatan tersebut menjadi rekor baru sebagai rangkaian gol beruntun terpanjang dari situasi bola mati dalam sejarah Premier League.
Menariknya, Liverpool kini menjadi tim paling produktif dalam mencetak gol dari bola mati sepanjang 2026, bahkan melampaui Arsenal yang dikenal sebagai spesialis situasi tersebut.
Arne Slot Ungkap Perubahan Kecil yang Berdampak Besar
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengungkapkan bahwa kesuksesan timnya bukan hasil perubahan besar, melainkan penyempurnaan detail kecil.
“Kami sebenarnya sudah menciptakan banyak peluang sejak awal musim, tetapi sering kali kurang beruntung. Sekarang, beberapa detail kecil diubah, baik secara ofensif maupun defensif,” ujar Slot seusai pertandingan.
Ia menambahkan, penempatan posisi pemain saat situasi bola mati kini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Perubahan minor tersebut ternyata memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas tim.
Dampak Pergantian Pelatih Bola Mati
Kebangkitan Liverpool dalam situasi bola mati juga terjadi setelah kepergian mantan pelatih bola mati mereka, Aaron Briggs, pada akhir Desember lalu.
Sebelum hengkang, Liverpool telah kebobolan 12 gol dari bola mati di liga musim ini dan hanya mencatat rata-rata 0,24 gol bola mati per pertandingan.
Evaluasi internal serta pendekatan baru terbukti mampu membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
Gagal Clean Sheet, Tapi Momentum Terjaga
Meski tampil dominan, Liverpool gagal mencatat clean sheet ketiga secara beruntun. Gol Souček dan Castellanos memastikan tim tamu tetap mencuri dua gol di Anfield.
Hasil ini membuat Liverpool masih berjuang menembus empat besar klasemen sementara. Namun, performa impresif dari situasi bola mati menjadi modal penting dalam perburuan tiket Liga Champions.
Selanjutnya, The Reds akan menghadapi Wolverhampton Wanderers dalam dua laga beruntun di liga dan Piala FA.
Jika konsistensi bola mati terus terjaga, Liverpool berpeluang besar melanjutkan tren positif mereka di sisa musim ini.(rak)