Denda, Pengurangan Poin, Pencabutan Gelar atau Degradasi? Ini yang Bisa Terjadi pada Manchester City
Rahmat Adhy Kurniawan• Jumat, 27 Februari 2026 | 07:52 WIB
Photo
Putusan 115 Dakwaan Manchester City Belum Juga Keluar, Ada Apa dengan Premier League?
RADAR SURABAYA- Lebih dari tiga tahun telah berlalu sejak Premier League mengumumkan dakwaan terhadap Manchester City atas dugaan pelanggaran berbagai aturan keuangan.
Hingga kini, publik masih menanti putusan resmi dari panel independen yang menangani kasus tersebut.
Sebagian besar dakwaan berkaitan dengan dugaan upaya mengakali regulasi finansial, mulai dari manipulasi laporan keuangan, pembayaran di luar pembukuan, hingga kegagalan bekerja sama dengan penyelidik liga.
Manchester City secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.
Terancam Sanksi Berat hingga Degradasi
Jika terbukti bersalah dalam sebagian atau seluruh dakwaan, Manchester City terancam menerima berbagai sanksi berat.
Hukuman yang mungkin dijatuhkan mencakup denda dalam jumlah besar, pengurangan poin, pencabutan gelar juara, hingga kemungkinan terburuk berupa dikeluarkan dari kompetisi Premier League.
Tak hanya itu, klub berjuluk The Citizens juga berisiko menghadapi gugatan ganti rugi melalui mekanisme arbitrase liga.
Klub-klub rival dapat menuntut kompensasi atas potensi kehilangan pendapatan apabila terbukti dirugikan secara finansial akibat pelanggaran tersebut.
Putusan akhir akan ditentukan oleh panel independen yang terdiri atas tiga anggota.
Stefan Borson, Kepala Divisi Olahraga di firma hukum McCarthy Denning London, menyebut lamanya proses ini sulit dipahami.
“Meskipun kompleksitas kasus Manchester City tidak dapat disangkal—dan memang unik dalam konteks olahraga—perkara komersial serupa biasanya mencapai putusan dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan 15 bulan yang telah berlalu.
Ada sedikit alasan yang sah untuk penundaan ini, dan kemajuan sangat mendesak dibutuhkan,” ujarnya kepada ESPN.
Mengapa Putusan 115 Dakwaan Begitu Lama?
Proses hukum ini berjalan sangat tertutup. Aturan Premier League memungkinkan terdakwa meminta sidang dilakukan secara rahasia.
Selain itu, hukum Inggris juga memberikan perlindungan tertentu bagi pihak yang sedang diperiksa.
Penyelidikan terhadap Manchester City sendiri dimulai pada Desember 2018, setelah publikasi dokumen “Football Leaks” oleh majalah Jerman Der Spiegel.
Namun, publik baru mengetahui adanya investigasi pada Maret 2021 setelah putusan Pengadilan Tinggi Inggris menolak upaya City untuk menghalangi akses penyelidik terhadap sejumlah dokumen internal.
Sidang tertutup diketahui dimulai pada 16 September 2024 di International Dispute Resolution Centre, London.
Informasi tersebut mencuat setelah media memotret kehadiran para pengacara kedua belah pihak.
Sidang berakhir pada Desember 2024, sebagaimana tercantum dalam laporan tahunan Manchester City musim 2024–2025.
Pada Februari 2025, pelatih City, Pep Guardiola, sempat menyatakan bahwa putusan akan keluar “dalam satu bulan”. Namun, hingga lebih dari 12 bulan berselang, keputusan resmi belum juga diumumkan.
Kompleksitas 115 Dakwaan dan Beban Pembuktian
Kasus ini populer dengan sebutan “115 dakwaan” karena jumlah poin dalam dokumen awal yang dirilis liga.
Namun, sejumlah laporan menyebutkan jumlah pelanggaran individual bisa mencapai 130, dengan kemungkinan beberapa di antaranya saling tumpang tindih.
Setiap dakwaan harus dibuktikan secara terpisah dengan bukti yang spesifik dan kuat. Panel tidak hanya menilai apakah terjadi pelanggaran aturan
keuangan, tetapi juga apakah terdapat unsur kesengajaan untuk menyesatkan regulator dan menghambat penyelidikan.
Artinya, beban pembuktian dalam kasus ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar pelanggaran administratif biasa.
Selain itu, panel wajib menyertakan “alasan tertulis” (written reasons) dalam putusannya. Dokumen ini akan menjelaskan secara rinci dasar pertimbangan hukum yang digunakan.
Alasan tertulis tersebut sangat krusial karena berpotensi menjadi dasar banding, baik oleh Manchester City maupun oleh Premier League.
Spekulasi Penyelesaian di Luar Sidang
Beberapa pengamat menilai lamanya proses juga bisa dipengaruhi oleh keterbatasan waktu panel independen.
Anggota panel diduga tidak bekerja penuh waktu dalam perkara ini dan tetap menjalankan tanggung jawab profesional lainnya.
Di sisi lain, muncul spekulasi bahwa Premier League dan Manchester City mungkin sedang menjajaki penyelesaian di luar proses arbitrase.
Dalam skenario ini, City dapat mengakui sebagian pelanggaran dan menerima sanksi tertentu, sementara klub-klub lain mencabut potensi gugatan hukum.
Namun, mengingat besarnya kepentingan finansial dan reputasi yang dipertaruhkan, serta risiko kebocoran informasi, skenario tersebut dinilai sulit terwujud.
Potensi Banding dan Dampaknya bagi Liga
Apa pun putusan yang dihasilkan nanti, besar kemungkinan pihak yang kalah akan mengajukan banding. Jika itu terjadi, proses hukum bisa kembali berlarut-larut dan menciptakan ketidakpastian jangka panjang bagi kompetisi.
Kasus ini bukan hanya soal Manchester City, tetapi juga menyangkut kredibilitas regulasi finansial dan integritas kompetisi Premier League.
Semakin lama putusan tertunda, semakin besar pula tekanan terhadap liga untuk memberikan kepastian hukum yang transparan dan adil.
Publik kini hanya bisa menunggu: akankah Manchester City dinyatakan bersalah, atau justru lolos dari seluruh dakwaan? Jawabannya akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Premier League modern.(rak)