RADAR SURABAYA - Musim 2026 resmi menjadi bab terakhir era mesin 1.000cc di kelas utama MotoGP.
Kejuaraan Dunia Balap Motor edisi ke-78 yang digelar oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) ini bukan sekadar perebutan gelar juara dunia, melainkan juga momentum transisi menuju regulasi baru 850cc pada 2027.
Dengan spesifikasi mesin yang dibekukan sepanjang musim, ruang pengembangan teknis menjadi terbatas.
Artinya, faktor konsistensi pembalap, strategi balapan, hingga manajemen ban akan sangat menentukan hasil akhir klasemen.
Marc Marquez vs Bagnaia: Ducati Masih Jadi Poros Kekuatan
Sorotan utama tetap mengarah kepada juara bertahan, Marc Marquez. Setelah tampil solid bersama Ducati musim lalu, Marquez kembali difavoritkan dalam perebutan gelar.
Namun, persaingan internal di Ducati dipastikan tidak mudah. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, masih menjadi ancaman terbesar. Bagnaia dikenal memiliki konsistensi luar biasa dalam pengumpulan poin, terutama di trek-trek teknis.
Ducati sendiri masih diperkuat sejumlah pembalap kompetitif seperti Alex Marquez, Fermin Aldeguer, Franco Morbidelli, dan Fabio Di Giannantonio.
Dominasi pabrikan Italia itu membuat persaingan musim ini diprediksi tetap berpusat pada motor Desmosedici.
Toprak Razgatlioglu dan Diogo Moreira, Warna Baru MotoGP 2026
Musim ini juga menghadirkan cerita menarik lewat debut tiga kali juara World Superbike, Toprak Razgatlioglu.
Pembalap asal Turki tersebut bergabung dengan Prima Pramac Yamaha dan diharapkan membawa gaya balap agresif khas Superbike ke kelas premier.
Selain itu, juara dunia Moto2 2025, Diogo Moreira, naik kelas bersama LCR Honda. Moreira menjadi salah satu talenta muda yang dinilai mampu memberikan kejutan, meski harus beradaptasi dengan karakter motor MotoGP yang jauh lebih kompleks.
Yamaha, KTM, dan Honda Siap Mengganggu
Di luar Ducati, persaingan tak kalah menarik datang dari Yamaha, KTM, dan Honda. Yamaha masih mengandalkan Fabio Quartararo dan Alex Rins, serta duet Toprak Razgatlioglu–Jack Miller.
KTM diperkuat Brad Binder dan Pedro Acosta di tim pabrikan, serta Maverick Vinales dan Enea Bastianini di Tech3.
Honda berharap kebangkitan lewat Luca Marini, Joan Mir, Johann Zarco, dan Diogo Moreira.
Dengan regulasi baru yang sudah di depan mata, sejumlah tim diprediksi mulai mengalihkan fokus pengembangan ke motor 850cc musim depan.
Hal ini bisa memengaruhi dinamika persaingan sepanjang 2026.
Daftar Tim dan Pembalap MotoGP 2026
Ducati
Ducati Lenovo Team
#63 Francesco Bagnaia
#93 Marc Marquez
BK8 Gresini Racing
#73 Alex Marquez
#54 Fermin Aldeguer
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
#21 Franco Morbidelli
#49 Fabio Di Giannantonio
Aprilia
Aprilia Racing
#72 Marco Bezzecchi
#89 Jorge Martin
Trackhouse MotoGP Team
#25 Raul Fernandez
#79 Ai Ogura
Yamaha
Monster Energy Yamaha MotoGP
#20 Fabio Quartararo
#42 Alex Rins
Prima Pramac Yamaha MotoGP
#07 Toprak Razgatlioglu
#43 Jack Miller
KTM
Red Bull KTM Factory Racing
#33 Brad Binder
#37 Pedro Acosta
Red Bull KTM Tech3
#12 Maverick Vinales
#23 Enea Bastianini
Honda
Honda HRC Castrol
#10 Luca Marini
#36 Joan Mir
Honda LCR
#5 Johann Zarco
#11 Diogo Moreira
Siapa Diuntungkan di Musim Terakhir 1000cc?
Pembekuan mesin membuat faktor pengalaman menjadi nilai tambah. Pembalap senior seperti Marquez, Bagnaia, Quartararo, dan Mir berpotensi unggul karena memahami karakter motor secara mendalam.
Namun, pembalap muda seperti Pedro Acosta dan Diogo Moreira bisa saja tampil tanpa beban dan memanfaatkan situasi ketika tim besar mulai membagi fokus ke proyek 2027.
Musim 2026 bukan sekadar perebutan gelar juara dunia, tetapi juga panggung terakhir mesin 1.000cc yang telah menjadi simbol era modern MotoGP sejak 2012.
Persaingan dipastikan berlangsung ketat hingga seri terakhir.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan