Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Pelatih Fisik, Antonio Pintus Pikul Beban Besar Selamatkan Real Madrid

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 3 Februari 2026 | 19:18 WIB

Antonio Pintus punya tugas berat kembalikan kebugaran Real Madrid.
Antonio Pintus punya tugas berat kembalikan kebugaran Real Madrid.

Real Madrid Bertaruh pada Antonio Pintus untuk Bangkitkan Performa Musim Ini

RADAR SURABAYA – Real Madrid kembali menaruh harapan besar pada sosok pelatih kebugaran legendaris, Antonio Pintus, untuk membalikkan arah musim yang berjalan tidak stabil.

Di tengah performa inkonsisten dan badai cedera, manajemen Los Blancos percaya metode keras Pintus mampu mengembalikan intensitas dan mental juara tim.

Keyakinan itu muncul setelah Real Madrid hanya meraih kemenangan tipis 2-1 atas Rayo Vallecano yang bermain dengan sembilan pemain di LaLiga.

Hasil tersebut memicu kritik tajam terhadap permainan Madrid yang dinilai minim energi dan determinasi.

Pelatih kepala Alvaro Arbeloa pun menanggapi kritik dengan nada bercanda. “Saya bukan Gandalf sang penyihir,” ujarnya, menegaskan bahwa kebangkitan tim membutuhkan proses, bukan keajaiban instan.

Antonio Pintus, Figur Kunci di Balik Era Keemasan Madrid

Antonio Pintus bukan nama asing bagi Real Madrid. Pelatih kebugaran asal Italia itu pernah menjadi bagian penting dalam kesuksesan klub meraih empat dari lima gelar Liga Champions.

Sepanjang kariernya, Pintus dikenal sebagai “mesin tenaga” di balik lebih dari 30 trofi bersama klub-klub elite Eropa seperti Juventus, Inter Milan, Chelsea, dan AS Monaco.

Penunjukan kembali Pintus juga menjadi titik balik besar di internal klub. Keputusan Presiden Florentino Pérez untuk mengembalikan Pintus

berujung pada berakhirnya masa jabatan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala, setelah sang pelatih menolak mengganti pelatih fisiknya.

Arbeloa kemudian dipromosikan dari tim akademi, sementara Pintus kembali memegang kendali penuh atas aspek fisik skuad utama.

Metode Keras, Tujuan Juara

Metode latihan Pintus dikenal ekstrem. Banyak pemain mengakui sesi latihannya sangat melelahkan, bahkan memicu rasa frustrasi.

Namun, hampir semua sepakat bahwa hasilnya sepadan: stamina meningkat, intensitas terjaga hingga menit akhir, dan trofi pun datang.

Kini, Pintus dihadapkan pada tantangan terberat dalam kariernya. Jadwal padat, minim waktu pemulihan, cuaca musim dingin, hingga kondisi lapangan Santiago Bernabéu yang licin menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

Selain itu, sebagian besar pemain Real Madrid menjalani pramusim yang sangat singkat sejak Agustus 2024.

Mini-Pramusim di Tengah Kompetisi

Kesempatan emas bagi Pintus hadir setelah Real Madrid tersingkir secara mengejutkan dari Copa del Rey oleh Albacete.

Kekalahan tersebut memang memalukan, tetapi membuka ruang dua pekan tanpa laga tengah pekan.

“Kami membutuhkan jam latihan dan waktu untuk berkembang. Untungnya, kami memilikinya sekarang,” kata Arbeloa.

Dalam periode ini, Real Madrid menjalani semacam “mini-pramusim” untuk meningkatkan kebugaran dan intensitas jelang laga-laga krusial, seperti playoff Liga Champions melawan Benfica, Derby Madrid, dan El Clásico penentuan.

Vinícius Júnior hingga Inspirasi Liga Champions

Absennya Vinícius Júnior akibat sanksi juga dimanfaatkan untuk memaksimalkan program kebugaran.

Penyerang asal Brasil itu dijadwalkan kembali pada 14 Februari melawan Real Sociedad dan diharapkan tampil dengan kondisi fisik optimal.

Harapan besar terhadap Pintus merujuk pada momen ikonik Liga Champions beberapa tahun lalu, saat Real Madrid secara dramatis menyingkirkan Manchester City. Seusai laga, Luka Modrić menyebut keberhasilan tersebut sebagai buah dari “metode Pintus”.

Pintus sendiri menegaskan pendekatannya selalu adaptif. “Setiap tim berbeda. Tugas saya adalah memahami pemain dan mendorong mereka melampaui batas pada waktu yang tepat,” ujarnya.

Jude Bellingham Absen, Tantangan Tambahan Madrid

Di tengah upaya kebangkitan, Real Madrid mendapat kabar kurang menyenangkan. Gelandang andalan Jude Bellingham dipastikan absen sekitar satu bulan akibat cedera otot paha kiri.

Bellingham mengalami cedera pada menit kesembilan laga melawan Rayo Vallecano dan didiagnosis mengalami cedera otot semitendinosus. Ia diperkirakan melewatkan lima pertandingan, termasuk dua leg playoff Liga Champions melawan Benfica.

Absennya Bellingham menjadi ujian tambahan bagi Arbeloa dan Pintus dalam menjaga konsistensi permainan Madrid, yang saat ini berada di posisi kedua klasemen LaLiga, tertinggal satu poin dari Barcelona.

Taruhan Besar Real Madrid

Mengandalkan Antonio Pintus bukan sekadar keputusan teknis, melainkan taruhan besar Real Madrid untuk menyelamatkan musim.

Jika berhasil, Pintus kembali akan dipuja sebagai arsitek kebugaran di balik kejayaan Los Blancos.

Namun jika gagal, keputusan ini bisa menjadi bumerang yang memperpanjang krisis. Yang pasti, dua pekan ke depan akan menjadi penentu arah musim Real Madrid.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#real madrid #antonio pintus #Los Blancos #alvaro arbeloa #Kebugaran