Bukan Korea Selatan, Ini Justru Lawan Paling Ditakuti Hector Souto untuk Timnas Futsal
Rahmat Adhy Kurniawan• Senin, 26 Januari 2026 | 18:06 WIB
Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto.
Hector Souto Akui Timnas Futsal Indonesia Minim Pengalaman di Asia, Waspadai Kekuatan Lawan Grup
RADAR SURABAYA – Pelatih tim nasional futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan timnya telah menganalisis secara komprehensif kekuatan semua lawan di fase grup Piala Asia Futsal 2026.
Meski analisis sudah matang, ia mengakui bahwa skuad Garuda masih minim pengalaman di level kontinental Asia. Souto menekankan setiap tim di grup memiliki karakter dan kualitas berbeda, sehingga persiapan teknis dan mental harus maksimal.
“Kami menganalisis semua lawan dengan sangat detail. Setiap tim di grup ini punya identitas permainan yang kuat,” tegas Souto dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Jakarta, Senin.
Kirgistan Jadi Sorotan Utama
Salah satu tim yang mendapat perhatian khusus adalah Kirgistan. Souto menyebut tim tersebut menunjukkan perkembangan pesat dalam setahun terakhir.
“Kirgistan berkembang sangat cepat. Mereka sering menjalani pemusatan latihan dan pertandingan di Eropa serta memiliki fondasi yang kuat sejak era Juiz Bernat hingga dilanjutkan oleh pelatih Djetibaev,” papar pelatih asal Spanyol itu seperti dikutip dari Antara.
Di bawah asuhan Coach Djetibaev, Kirgistan tampil impresif dan sukses menjadi juara grup kualifikasi Piala Asia Futsal 2026.
Irak dan Korea Selatan Tak Bisa Diremehkan
Selain Kirgistan, Irak juga dinilai sebagai lawan yang berbahaya. Tim tersebut menutup babak kualifikasi Grup F dengan status juara grup.
“Irak juga menjadi juara grup. Rekam jejak pelatih mereka sudah sangat dikenal, terutama pengalaman di Brasil seperti di Foz do Cataratas dan Marreco.
Ditambah lagi dengan kehadiran Paulo Fernandez, pelatih asal Portugal yang pernah menangani Benfica dan Sporting,” jelas Souto.
Korea Selatan juga tak luput dari perhatian. Souto menyoroti organisasi pertahanan mereka yang solid dan performa konsisten dalam beberapa laga terakhir.
“Dalam empat pertandingan terakhir, Korea Selatan hanya kebobolan dua gol. Mereka mampu menahan imbang Thailand dan mengalahkan Bahrain,” katanya.
Indonesia Masih Minim Jam Terbang Asia
Di sisi lain, Souto secara jujur mengakui bahwa timnas futsal Indonesia belum memiliki pengalaman panjang di kompetisi Asia, berbeda dengan beberapa lawan di fase grup.
“Sejujurnya, di level Asia Indonesia belum berjalan. Kami memiliki pengalaman di Asia Tenggara, tetapi belum di Asia,” ujarnya.
Ia mencontohkan pencapaian Kirgistan pada edisi sebelumnya yang mampu menembus perempat final dan hampir lolos ke Piala Dunia Futsal.
“Mereka mengalahkan Uzbekistan di fase grup dan hanya satu langkah lagi menuju Piala Dunia. Kami belum memiliki pengalaman seperti itu,” kata Souto.
Piala Asia Jadi Momentum Pembelajaran
Meski menghadapi tantangan berat, Souto menilai Piala Asia Futsal 2026 sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas tim dan menambah jam terbang internasional.
“Tujuan kami adalah bertumbuh dalam kompetisi ini. Ini adalah langkah penting untuk membangun karakter dan pengalaman tim di level yang lebih tinggi. Setiap pertandingan akan menjadi pelajaran berharga,” tandas Souto.
Timnas futsal Indonesia akan berusaha memberikan performa terbaik dan mengejutkan lawan-lawan beratnya di Piala Asia 2026 nanti.