Old Trafford Membara! Manchester United vs Manchester City, Siapa Penguasa Kota?
Rahmat Adhy Kurniawan• Jumat, 16 Januari 2026 | 08:44 WIB
Pertarungan lini tengah antara Bruno Fernandes versus Rayan Cherki.
Derby Manchester Panas di Old Trafford, Carrick Tantang Dominasi Man City
RADAR SURABAYA – Derby Manchester kembali tersaji di pekan ke-22 Premier League 2025/2026.
Manchester United dijadwalkan menjamu Manchester City di Old Trafford, Sabtu (17/1) pukul 19.30 WIB, dalam laga sarat gengsi yang menjadi ujian berat bagi pelatih interim Setan Merah, Michael Carrick.
Laga ini menjadi edisi ke-198 Derby Manchester dan datang di momen krusial bagi kedua tim. Manchester United tengah mencari arah baru
usai pemecatan Ruben Amorim, sementara Manchester City berupaya menjaga momentum demi terus menekan Arsenal di puncak klasemen.
Era Baru Carrick Dimulai dengan Ujian Terberat
Michael Carrick resmi ditunjuk sebagai pelatih interim Manchester United hingga akhir musim, menggantikan Amorim yang dipecat awal Januari.
Ini merupakan periode kedua Carrick menangani MU, setelah sebelumnya sempat memimpin tim dalam tiga laga pada 2021 dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Namun, tantangan kali ini jauh lebih berat. Carrick langsung dihadapkan pada dua laga besar secara beruntun melawan Manchester City dan Arsenal.
Menghadapi City di Old Trafford jelas menjadi ujian mental dan taktik bagi eks kapten Setan Merah tersebut.
Manchester United saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen Premier League, hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar.
Meski demikian, performa mereka belum konsisten dengan hanya satu kemenangan dari enam laga terakhir liga.
Kondisi tersebut diperparah dengan tersingkirnya MU dari Piala FA usai kalah 1-2 dari Brighton. Kekalahan itu memastikan United hanya akan menjalani 40 pertandingan sepanjang musim 2025/2026, menjadi musim terpendek mereka sejak 1914–1915.
Rekor Buruk MU Saat Menjamu City
Rekor kandang Manchester United melawan Manchester City juga jauh dari kata meyakinkan. Setan Merah gagal mencetak gol dalam empat
dari lima laga kandang Premier League terakhir melawan rival sekotanya tersebut, termasuk dua pertandingan terakhir secara beruntun.
Pada pertemuan pertama musim ini, MU juga dipermalukan City dengan skor telak 0-3 di Etihad Stadium.
Mereka bahkan terakhir kali gagal mencetak gol dalam dua pertemuan liga melawan City pada musim 1973/1974—musim yang berakhir dengan degradasi.
Catatan ini membuat Carrick harus bekerja ekstra keras jika ingin menghindari hasil negatif di hadapan publik Old Trafford.
Man City Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di sisi lain, Manchester City datang dengan modal impresif. Pasukan Pep Guardiola belum terkalahkan dalam 13 pertandingan di semua kompetisi, termasuk sembilan laga Premier League terakhir.
City baru saja menghancurkan Exeter City 10-1 di Piala FA dan mengamankan kemenangan penting 2-0 atas Newcastle United pada leg pertama semifinal Piala Liga.
Performa tersebut menegaskan bahwa The Citizens tetap menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris.
Meski masih tertinggal enam poin dari Arsenal di klasemen, City diyakini belum menyerah dalam perburuan gelar.
Derby Manchester bisa menjadi momentum penting untuk menjaga tekanan terhadap sang pemuncak.
Semenyo dan Haaland Jadi Ancaman Utama
Rekrutan anyar Manchester City, Antoine Semenyo, langsung mencuri perhatian. Didatangkan dari Bournemouth pada bursa transfer Januari,
Semenyo tampil gemilang dengan dua gol dan dua penghargaan man of the match dalam dua laga awalnya.
Penyerang sayap tersebut juga memiliki catatan apik saat menghadapi Manchester United, dengan tiga gol dalam empat pertemuan terakhir.
Selain Semenyo, Erling Haaland tetap menjadi momok utama lini pertahanan MU. Striker asal Norwegia itu telah terlibat langsung dalam 11 gol melawan United di Premier League, terbanyak di antara pemain City lainnya.
Bruno Fernandes Tumpuan Setan Merah
Manchester United akan berharap banyak pada Bruno Fernandes. Sang kapten menjadi pemain paling kreatif di Premier League musim ini, memimpin statistik peluang tercipta, umpan pemecah garis, dan kontribusi gol sejak November.
Bruno juga menjadi kunci jika MU ingin memutus tren negatif mereka melawan City, terutama dalam urusan mencetak gol di kandang sendiri.
Kabar baik bagi United, Bryan Mbeumo dan Amad Diallo sudah kembali setelah tersingkir dari Piala Afrika.
Kehadiran Mbeumo, yang menjadi top skor tim musim ini, memberi opsi serangan tambahan bagi Carrick.
Prediksi Jalannya Laga
Atmosfer Old Trafford dipastikan memanas, terlebih dengan debut Carrick di laga sebesar Derby Manchester.
Efek “manager bounce” bisa saja muncul, namun kualitas dan kedalaman skuad Manchester City masih menjadi pembeda.
Dengan performa stabil, lini depan tajam, serta pengalaman Pep Guardiola dalam laga besar, Manchester City lebih difavoritkan untuk membawa pulang tiga poin.
Derby Manchester kali ini diprediksi tidak akan kembali berakhir tanpa gol. Intensitas tinggi, gengsi kota, dan ambisi kedua tim menjadikan laga ini salah satu pertandingan paling dinanti di Premier League pekan ini.