RADAR SURABAYA — Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi berharap dapat kembali bertemu kompatriotnya, Janice Tjen, di partai final Hobart International 2026, setelah keduanya sempat saling berhadapan pada turnamen ASB Classic di Selandia Baru pekan lalu.
Harapan tersebut diungkapkan Aldila usai meraih kemenangan pada laga pembuka nomor ganda ajang WTA 250 Hobart, Senin (12/1).
“Pengennya ketemu Janice di final, ya, karena berarti kami berdua bisa melaju sampai babak puncak,” ujar Aldila kepada ANTARA melalui pesan instan.
Perjalanan Aldila dan Janice di Hobart
Di Hobart, Aldila tampil bersama petenis Meksiko Giuliana Olmos. Pasangan ini sukses mengamankan tiket perempat final setelah menumbangkan Maia Lumsden/Sabrina Santamaria dalam pertandingan dua set langsung.
Sementara itu, Janice kembali berduet dengan petenis Polandia Katarzyna Piter, partner yang mengantarkannya meraih gelar ganda WTA 250 pertamanya di Guangzhou, China, Oktober 2025.
Janice/Piter dijadwalkan memulai kiprah mereka di Hobart menghadapi pasangan tuan rumah Gabriella Da Silva Fick/Alexandra Osborne, Selasa (13/1).
Rival di Lapangan, Sahabat di Luar
Aldila mengakui bahwa dunia tenis profesional kerap mempertemukan pemain dengan siapa saja, termasuk rekan senegara dan sahabat sendiri.
Meski memiliki hubungan pertemanan dekat dengan Janice di luar lapangan, ia menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas utama.
“Di tenis kita bisa bertemu siapa saja, termasuk teman sendiri. Walaupun kami berteman baik, tetapi saat di lapangan dan saling berhadapan, masing-masing tentu ingin menang,” tegas Aldila.
Rekam Jejak Gemilang Duo Indonesia
Aldila dan Janice menutup musim 2025 dengan prestasi gemilang setelah merebut gelar ganda Chennai Open pada November. Pada turnamen yang sama, Janice juga keluar sebagai juara tunggal.
Keduanya kemudian menjalani latihan pramusim di Bali selama dua pekan sebagai persiapan menuju SEA Games 2025 Thailand.
Hasilnya, duet ini mempersembahkan medali emas nomor ganda putri serta turut mengantarkan Indonesia meraih emas beregu putri bersama Priska Nugroho, Anjali Junarto, dan Meydiana Reinnamah.
Dengan performa konsisten di awal musim 2026, peluang duel sesama petenis Indonesia di partai puncak Hobart International pun terbuka lebar — sebuah momen bersejarah yang dinanti pencinta tenis Tanah Air.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan