Kritik Pedas Fabio Capello: VAR Gagal Total, Ini Cara Radikal Memperbaikinya
Rahmat Adhy Kurniawan• Senin, 5 Januari 2026 | 18:26 WIB
Fabio Capello usul mantan pemain dilibatkan dalam ruangan VAR.
Capello Murka! Sebut Wasit “Mafia”, Ungkap Solusi Jitu Perbaiki VAR
RADAR SURABAYA — Legenda kepelatihan sepak bola dunia, Fabio Capello, melontarkan kritik keras terhadap kualitas perwasitan modern. Mantan pelatih AC Milan, Real Madrid, AS Roma, Juventus, dan tim nasional Inggris itu bahkan
menyebut para wasit sebagai “mafia” dan menawarkan solusi tegas untuk memperbaiki sistem Video Assistant Referee (VAR).
Dalam wawancara eksklusif bersama media Spanyol Marca, Capello mengaku sangat geram dengan meningkatnya jumlah kesalahan keputusan wasit, terutama yang melibatkan VAR.
“Ini topik yang membuat saya benar-benar marah. Para wasit seperti mafia,” ujar Capello dikutip Football Italia.
Kritik Tajam Capello terhadap Perwasitan
Capello menilai bahwa akar masalah VAR terletak pada kurangnya pemahaman mendalam tentang dinamika di lapangan.
Menurutnya, sebagian besar ofisial pertandingan tidak pernah merasakan sendiri bagaimana tekanan dan situasi nyata sebagai pemain.
“Mereka tidak mau melibatkan mantan pemain di ruang VAR — orang-orang yang memahami pergerakan alami dalam sepak bola, bagaimana pemain melindungi diri, mencari keuntungan, atau menghindari kontak,” tegasnya.
Ia mencontohkan situasi yang kerap disalahartikan sebagai pelanggaran:
“Pemain disentuh di wajah, lalu langsung terjatuh dan wasit meniup peluit. Jika saya setinggi 1,90 meter dan lawan 1,75 meter, tangan saya memang sejajar dengan wajahnya. Itu bukan pelanggaran,” kata Capello.
Solusi Capello: Libatkan Mantan Pemain di VAR
Sebagai solusi konkret, Capello menyarankan agar mantan pemain profesional dilibatkan secara langsung dalam pengambilan keputusan VAR.
“Masukkan satu mantan pemain ke ruang VAR. Ia bisa membantu mengatakan: ‘Ini penalti’ atau ‘Ini bukan penalti’,” ujarnya.
Capello juga membeberkan hasil analisis bersama UEFA yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam penilaian keputusan:
“Kami menganalisis 20 insiden penalti. Mantan pemain dan pelatih hanya menganggap enam yang layak disebut penalti, sementara 14 lainnya tidak,” ungkapnya.
Sorotan Dunia Sepak Bola
Pernyataan Capello langsung memicu diskusi luas di dunia sepak bola Eropa. Kritik terhadap VAR memang terus mengemuka dalam
beberapa musim terakhir, seiring meningkatnya kontroversi keputusan yang dinilai mengganggu keadilan pertandingan.
Pendapat Capello menambah tekanan bagi badan sepak bola dunia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perwasitan modern demi menjaga kredibilitas kompetisi.
Kritik tajam Fabio Capello mencerminkan kegelisahan besar terhadap kualitas perwasitan sepak bola masa kini.
Usulan untuk melibatkan mantan pemain di ruang VAR dianggap sebagai langkah realistis guna menghadirkan sudut pandang lapangan yang lebih akurat dan adil.(rak)