RADAR SURABAYA – Liverpool dilanda kekhawatiran besar terkait kondisi Alexander Isak.
Striker termahal dalam sejarah sepak bola Inggris itu diduga mengalami patah kaki kiri usai cedera parah saat menghadapi Tottenham Hotspur, Minggu.
Isak mengalami cedera setelah menerima tekel keras dari bek Spurs, Micky van de Ven. Pemain asal Swedia itu langsung terjatuh dan terlihat kesakitan, namun insiden tersebut tidak mendapat tinjauan VAR, keputusan yang menuai sorotan luas.
Awalnya, beredar spekulasi bahwa Isak mengalami cedera ligamen anterior (ACL). Namun, Liverpool memastikan kabar tersebut tidak benar.
Meski begitu, hasil pemeriksaan MRI yang dilakukan setibanya tim di Liverpool menunjukkan cedera serius yang berpotensi membuat sang striker menepi cukup lama.
Walau masih mampu meninggalkan lapangan dengan tertatih dan dibantu tim medis klub, Isak diperkirakan harus menjalani masa rehabilitasi panjang.
Cedera pada bagian tersebut umumnya membutuhkan waktu pemulihan sekitar tiga bulan, sehingga Isak berpotensi baru bisa kembali merumput pada Maret 2026.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui situasi tersebut mengkhawatirkan.
“Kami harus menunggu hasil lengkapnya. Namun, ketika seorang pemain mencetak gol lalu tidak mampu kembali ke lapangan, itu biasanya pertanda yang tidak baik,” ujar Slot.
Cedera ini menjadi kemunduran terbesar Isak sejak bergabung dari Newcastle United dengan nilai transfer mencapai £125 juta atau sekitar Rp2,4 triliun.
Sebelumnya, ia juga sempat terganggu masalah kebugaran dan cedera pangkal paha pada awal musim.
Gol Isak ke gawang Tottenham sejatinya menjadi momen penting, sekaligus penampilan terbaiknya sejak berseragam The Reds.
Sayangnya, performa impresif tersebut harus dibayar mahal dengan cedera serius.
Absennya Isak semakin memperparah krisis lini depan Liverpool. Mohamed Salah masih memperkuat negaranya di Piala Afrika,
sementara saat ini hanya Hugo Ekitike yang tersisa sebagai penyerang tengah murni yang berada dalam kondisi fit.
Situasi ini diyakini dapat memengaruhi langkah Liverpool pada bursa transfer Januari mendatang, terutama jika Isak dipastikan harus menepi lebih lama dari perkiraan awal.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan