RADAR SURABAYA - Leeds United berhasil meraih satu poin berkat gol dramatis Ao Tanaka pada injury time, mengakhiri laga melawan Liverpool dengan skor imbang 3-3, Minggu dini hari WIB.
Gol tersebut mencegah juara bertahan Liga Inggris itu naik ke posisi lima klasemen.
Dalam pertandingan yang berlangsung panas di Elland Road, Leeds sempat tertinggal 0-2 dan 2-3 sebelum akhirnya bangkit.
Skuad asuhan Arne Slot yang tengah mengalami kesulitan mencetak gol justru kehilangan dua poin berharga di kandang Leeds.
Jalannya Pertandingan: Gol dan Drama Sepanjang 90 Menit
Liverpool sebenarnya menguasai sebagian besar babak pertama, namun sempat dua kali gagal memanfaatkan peluang emas.
Tembakan melengkung Curtis Jones membentur mistar, sementara sundulan Virgil van Dijk dari bola mati Szoboszlai melambung tipis di atas gawang.
Pada menit ke-48, Hugo Ekitike membuka keunggulan Liverpool setelah memotong umpan buruk Joe Rodon dan menuntaskannya dengan tenang.
Dua menit kemudian, Ekitike menggandakan keunggulan setelah menerima umpan silang rendah dari Conor Bradley.
Leeds mulai menunjukkan perlawanan pada menit ke-73. Penalti diberikan setelah Ibrahima Konaté menekel Wilfried Gnonto secara ceroboh, dan Dominic Calvert-Lewin berhasil mengeksekusinya dengan sempurna.
Hanya dua menit berselang, Anton Stach mencetak gol kedua Leeds dengan tembakan keras dari sisi kiri kotak penalti, menyamakan skor 2-2.
Dominik Szoboszlai sempat mengembalikan keunggulan Liverpool pada menit ke-80, tetapi Ao Tanaka mencetak gol penyama pada menit keenam injury time melalui sepakan cerdik dari sudut sempit, memicu euforia para suporter tuan rumah.
Pertahanan Liverpool Kembali Jadi Sorotan
Kekalahan poin demi poin ini membuat posisi Liverpool di klasemen semakin tertekan, berada di peringkat kedelapan dan terpaut dua poin dari empat besar.
Performanya yang kurang meyakinkan, terutama dengan Mohamed Salah dicadangkan untuk laga ketiga berturut-turut, menjadi sorotan utama.
Kesalahan lini belakang, terutama dari Konaté dan Van Dijk, membuat tim juara bertahan mudah kebobolan. Leeds pun memanfaatkan celah tersebut dengan efektif.
Daniel Farke dan Strategi Leeds yang Tepat Sasaran
Kemenangan 3-1 atas Chelsea beberapa hari sebelumnya menjadi momentum penting bagi Daniel Farke.
Formasi Leeds yang semula 4-3-3 diubah menjadi 5-3-2 pada pertandingan sebelumnya, dan kini dimodifikasi kembali menjadi formasi empat pemain belakang saat menghadapi Liverpool.
Pergantian pemain, termasuk masuknya Gnonto, Brenden Aaronson, dan Ao Tanaka, terbukti krusial.
Penalti yang dihasilkan Gnonto, assist Aaronson untuk Stach, dan gol penyama Tanaka menunjukkan strategi Farke tepat sasaran.
Kepercayaan Diri Leeds Meningkat Jelang Laga Berikutnya
Hasil imbang dramatis ini memberikan Leeds empat poin dari dua pertandingan terakhir melawan tim papan atas, termasuk Chelsea.
Kepercayaan diri tim diyakini meningkat jelang laga tandang menghadapi Brentford di Gtech Community Stadium pekan depan.
Leeds menunjukkan bahwa meski berada di posisi ke-16, mereka mampu memberikan kejutan bagi tim-tim besar Liga Premier, menjadikan mereka lawan yang harus diwaspadai.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan