RADAR SURABAYA — Laga ke-100 Pep Guardiola di Liga Champions bersama Manchester City berakhir dengan kekalahan mengejutkan.
City yang tampil dengan banyak rotasi tumbang 0-2 dari Bayer Leverkusen di Etihad Stadium, membuat mereka menelan dua kekalahan beruntun.
Guardiola melakukan 10 perubahan dari skuad yang kalah di Premier League akhir pekan lalu. Namun, keputusan itu justru membuat City tampil tak padu dan kesulitan membangun ritme. Leverkusen memanfaatkan kelengahan tuan rumah melalui serangan balik cepat.
Leverkusen membuka skor lewat Alejandro Grimaldo yang menyambar umpan Christian Kofane dengan tembakan first-time tajam.
City mencoba bangkit melalui aksi Tijjani Reijnders, tetapi usahanya masih dapat diamankan Mark Flekken, yang tampil gemilang di bawah mistar.
Tim tamu menggandakan keunggulan pada menit ke-54 ketika Patrik Schick menanduk umpan Ibrahim Maza, membuat Leverkusen semakin percaya diri.
Guardiola memasukkan Erling Haaland, Phil Foden, dan Rayan Cherki pada babak kedua, tetapi perubahan itu tidak mampu mengubah hasil.
Haaland sempat mendapat dua peluang emas, namun Flekken kembali menjadi penghalang utama dengan serangkaian penyelamatan krusial.
Kekalahan ini memutus catatan 13 kemenangan kandang beruntun City atas tim Jerman di Liga Champions.
Hasil ini membuat The Citizens turun ke peringkat enam klasemen fase liga. Jika hasil pertandingan lain tidak memihak, City berpotensi keluar dari zona delapan besar dan harus menjalani play-off untuk lolos ke 16 besar.
Leverkusen Tampil Efisien dan Kompak
Leverkusen datang ke musim ini dengan kondisi tidak stabil setelah ditinggal Xabi Alonso dan beberapa pemain kunci.
Namun, pelatih baru Kasper Hjulmand berhasil membangkitkan performa tim dengan organisasi permainan yang disiplin dan efisien.
Mereka mencetak dua gol dari dua tembakan tepat sasaran, sementara Flekken membuat tujuh penyelamatan untuk menjaga clean sheet.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Leverkusen dari lima laga Liga Champions musim ini dan mengangkat mereka ke peringkat 13 klasemen sementara.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan