RADAR SURABAYA - Jeda internasional terakhir tahun 2025 telah berakhir, dan Premier League kembali menghadirkan laga menarik antara Burnley melawan Chelsea di Turf Moor pada Sabtu malam.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua tim: Burnley berjuang keluar dari zona degradasi, sementara Chelsea memburu kemenangan ketiga berturut-turut di papan atas liga.
Kondisi Tim Burnley
Burnley memasuki pekan ke-12 dengan catatan pertahanan yang memprihatinkan. Tim asuhan Scott Parker kebobolan 22 gol sejauh musim ini, menjadikannya pertahanan terburuk ketiga di liga setelah Wolverhampton Wanderers (25) dan West Ham United (23).
Tujuh gol dari jumlah tersebut terjadi dalam tiga laga terakhir, termasuk kemenangan dramatis atas Wolves dalam pertandingan lima gol, kekalahan telak dari Arsenal, dan kekalahan mengecewakan saat tandang ke West Ham.
Kekalahan 3-2 dari The Irons pada pekan ke-11 membuat Burnley yang berada di posisi ke-17 hanya selamat dari zona degradasi berdasarkan selisih gol.
Statistik defensif tim ini menunjukkan hanya dua clean sheet dalam 31 laga Premier League terakhir, dengan rata-rata kebobolan lebih dari dua gol per pertandingan.
Selain itu, Burnley selalu kalah dalam enam laga kandang terakhir melawan Chelsea, termasuk kekalahan 4-1 pada Oktober 2023, meskipun sempat menahan imbang 2-2 di Stamford Bridge pada musim yang sama.
Meski demikian, Flemming tampil sebagai senjata utama Burnley. Penyerang ini mencetak tiga gol dari empat pertandingan Premier League terakhir dan diharapkan menjadi tumpuan tim untuk mencetak gol hiburan.
Lesley Ugochukwu kemungkinan akan bermain sebagai nomor 10 di belakang Flemming, untuk memaksimalkan kreativitas serangan.
Kondisi Tim Chelsea
Chelsea memasuki laga ini dengan momentum positif. Menjelang jeda internasional, tim Enzo Maresca menaklukkan Wolverhampton Wanderers 3-0 di Stamford Bridge, setelah sebelumnya menaklukkan Tottenham Hotspur pada pekan ke-10.
Dengan 20 poin, Chelsea berada di posisi ketiga klasemen, hanya tertinggal dari Arsenal dan Manchester City.
Namun, tim London Barat ini tidak sepenuhnya bebas cedera. Enzo Fernández (lutut), Pedro Neto (selangkangan), dan Benoît Badiashile (cedera tidak spesifik) masih diragukan tampil.
Jamie Bynoe-Gittens diperkirakan siap bermain setelah pulih dari benturan saat membela Timnas Inggris U-21.
Alejandro Garnacho berpeluang membuat sejarah sebagai pemain Amerika Selatan termuda yang mencapai 100 penampilan di Premier League, mengalahkan rekor Gabriel Martinelli.
Chelsea menunjukkan catatan impresif dalam laga Premier League Sabtu pukul 12.30. Mereka menang di tujuh pertandingan terakhir pada slot
waktu tersebut dan berhasil memenangkan dua laga tandang terakhir tanpa kebobolan—catatan terakhir kali dicapai pada 2021.
Pertarungan Kunci dan Strategi
Burnley diperkirakan akan menumpukan serangan pada Zian Flemming, dengan dukungan Lesley Ugochukwu dan Bruun Larsen.
Pertahanan tim tuan rumah akan diuji oleh kecepatan Pedro, kreativitas Estevão, dan Garnacho yang tajam.
Chelsea kemungkinan akan menekan sejak menit awal, memanfaatkan kelemahan lini belakang Burnley yang kerap kehilangan posisi.
Barcelona menunggu Chelsea di agenda berikutnya, sehingga perhatian Maresca sedikit terbagi.
Meski demikian, kemenangan di Turf Moor akan menjadi modal penting bagi tim London Barat untuk menghadapi tantangan Liga Champions mendatang.
Prediksi Susunan Pemain
Burnley: Dubravka; Walker, Tuanzebe, Esteve, Hartman; Florentino, Cullen; Bruun Larsen, Ugochukwu, Anthony; Flemming
Chelsea: Sanchez; Gusto, Chalobah, Fofana, Cucurella; James, Caicedo; Estevão, Pedro, Garnacho; Delap
Burnley kemungkinan hanya mampu mengandalkan serangan balik dan Flemming untuk mencetak gol hiburan, sementara Chelsea diunggulkan menang dengan memanfaatkan kelemahan defensif tuan rumah.(rak)