Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Standar Ganda IOC, Israel Bebas Sanksi tapi Indonesia Kena Imbas

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 23 Oktober 2025 | 23:22 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA – Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) menuai sorotan tajam usai dinilai menerapkan standar ganda terhadap Israel dan Rusia.

IOC memberikan hukuman berat kepada Rusia karena menyerang Ukraina, namun tidak menjatuhkan sanksi serupa kepada Israel yang menginvasi Palestina. Ironisnya, Indonesia justru terkena dampak dari keputusan tersebut.

Kebijakan itu muncul setelah enam atlet Israel gagal tampil pada Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta.

Menyikapi hal tersebut, IOC memutuskan untuk menghentikan seluruh komunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Penghentian ini mencakup kerja sama penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Remaja, ajang olahraga Olimpiade lainnya, hingga konferensi internasional di masa mendatang.

Untuk membuka kembali komunikasi, IOC meminta Indonesia memberikan jaminan dan akses bagi seluruh atlet tanpa memandang kewarganegaraan.

Permintaan tersebut dianggap banyak pihak sebagai bentuk tekanan politik terselubung dan dukungan terhadap legitimasi Israel.

IOC Tekan Indonesia Soal Akses Atlet

Dampak keputusan IOC tak berhenti di situ. Badan olahraga dunia tersebut juga meminta seluruh federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar pertandingan maupun pertemuan di Indonesia sampai ada kepastian soal akses atlet Israel.

Langkah ini memunculkan kritik tajam dari publik dan komunitas olahraga nasional. Banyak yang menilai IOC bersikap tidak adil karena membiarkan

Israel tetap berlaga di ajang internasional, sementara Rusia dan Belarus dilarang tampil di Olimpiade 2024 akibat perang Rusia-Ukraina.

Akibat sanksi itu, atlet Rusia dan Belarus hanya bisa tampil sebagai atlet netral tanpa membawa bendera negaranya.

Bahkan pada kualifikasi Olimpiade Musim Dingin 2026, mereka juga tidak diizinkan berpartisipasi, termasuk sebagai atlet netral.

Dunia Kecam Tindakan Israel

Sementara itu, di luar dunia olahraga, Israel terus menjadi sorotan global karena aksi militer dan dugaan genosida terhadap rakyat Palestina.

Banyak negara menilai invasi yang dilakukan Israel ke wilayah Palestina serupa dengan tindakan Rusia saat menyerbu Ukraina.

Namun, IOC seolah menutup mata terhadap agresi Israel tersebut dan tetap mengizinkan atletnya berlaga di berbagai ajang internasional.

Sikap ini membuat banyak pihak menilai IOC sedang bermain politik dan kehilangan netralitas sebagai lembaga olahraga dunia.

Keputusan kontroversial ini kini menjadi ujian bagi Indonesia. Pemerintah dan Komite Olimpiade Indonesia dihadapkan pada dilema antara mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas

aktif dan mengikuti tekanan IOC demi menjaga peluang menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia di masa depan.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Israel #koi #ioc #komite olimpiade internasional