Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kepergian Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia Sama Membingungkannya dengan Penunjukan Awalnya

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 02:40 WIB
Kalah, gagal dan Patrick Kluivert langsung pulang ke Belanda.
Kalah, gagal dan Patrick Kluivert langsung pulang ke Belanda.

RADAR SURABAYA – Keputusan Patrick Kluivert mundur dari kursi pelatih Timnas Indonesia setelah hanya sepuluh bulan bekerja memunculkan banyak tanda tanya.

Pelatih asal Belanda itu resmi berpisah dengan PSSI melalui kesepakatan bersama, hanya beberapa hari setelah kegagalan Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataan resmi, PSSI menyebut perpisahan ini dipicu oleh “dinamika internal dan arah strategis pengembangan tim nasional”.

Namun, publik menilai keputusan ini kontradiktif, mengingat Kluivert baru saja memulai proyek jangka panjang bersama Tim Garuda.

Dari Pemberhentian Shin Tae-yong hingga Datangnya Kluivert

Pergantian pelatih Timnas Indonesia dimulai awal tahun ini ketika PSSI secara mengejutkan memberhentikan Shin Tae-yong.

Padahal, pelatih asal Korea Selatan itu dikenal berjasa membangkitkan Timnas Indonesia dari peringkat 173 FIFA hingga mampu menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Rumor kedatangan Patrick Kluivert sempat disebut sebagai upaya menyatukan skuad yang mulai dipenuhi pemain naturalisasi dan keturunan Belanda.

Saat itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan perlunya pelatih yang mampu membangun “strategi, komunikasi efektif, dan program jangka panjang”.

Kluivert pun dikontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan, sebuah sinyal bahwa proyek ini seharusnya tidak berhenti dalam satu turnamen. Namun kini, kerja sama itu kandas sebelum satu tahun.

Realistis atau Tidak: Apakah Lolos Piala Dunia Jadi Patokan Utama?

Pertanyaan besar muncul: apakah PSSI benar-benar menargetkan kelolosan ke Piala Dunia 2026 sebagai penilaian tunggal?

Secara prestasi, Indonesia layak diapresiasi. Dengan peringkat 119 dunia, Timnas Garuda mampu bersaing di level yang bahkan tidak dicapai negara peringkat lebih tinggi seperti Oman.

Mereka juga melampaui Bahrain, Suriah, dan Lebanon yang gagal menembus fase yang sama.

Jika gagal lolos bukan tujuan akhir, mengapa pelatih langsung diganti? Namun jika itu satu-satunya tolak ukur, mengapa Kluivert diberi kontrak dua tahun?

Dari Fondasi Jangka Panjang ke Langkah Reaktif

Pada era Shin Tae-yong, fondasi Timnas Indonesia dibangun melalui regenerasi dan pengembangan pemain muda lokal.

Kluivert datang dengan harapan untuk memimpin generasi baru yang diperkuat pemain keturunan Eropa.

Namun kini, pergantian pelatih kembali terjadi tanpa arah jelas. Bagi banyak pengamat, langkah ini menunjukkan reaksi instan, bukan strategi matang.

Memang ada kemungkinan bahwa Kluivert sendiri mengajukan pengunduran diri atau dinilai tidak cocok dengan visi PSSI. Tetapi sebagai federasi, PSSI tetap dinilai perlu memberikan penjelasan kepada publik.

Suporter Berhak Mendapat Penjelasan

Suporter Indonesia telah lama menanti kebangkitan Timnas. Di tengah euforia naiknya pamor Tim Garuda, kejelasan arah sangat penting agar mimpi besar menuju 2030 tidak pupus oleh ketidakpastian.

Indonesia memiliki potensi luar biasa: negara keempat terbesar di dunia, budaya sepak bola yang kuat, serta pemain yang kini tampil di Serie A dan Bundesliga. Kualifikasi Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi batu loncatan, bukan akhir perjalanan.

Untuk itu, kata kunci yang sering diucapkan PSSI—strategi—harus benar-benar diwujudkan, bukan sekadar jargon.

Kepergian Patrick Kluivert bukan sekadar pergantian pelatih. Ia menyisakan pertanyaan penting:

Apa sebenarnya arah jangka panjang PSSI?

Siapa yang akan meneruskan proyek Timnas Indonesia?

Dan yang terpenting: apakah publik akan kembali hanya menjadi penonton drama, bukan bagian dari strategi?

Terlepas dari ini, kalau kedatangan Patrick Kluivert disambut dengan gegap gempita, meriah dengan acara jumpa pers, maka seharusnya PSSI juga harus kembali memberikan waktu kepada Kluivert untuk menyampaikan penjelasannya.

Bukan seperti sekarang, kalah kemudian langsung mudik kemudian minta maaf lewat media sosial.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#mundur #Timnas Indonesia #kualifikasi piala dunia 2026 #patrick kluivert