Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jannik Sinner Ubah Strategi setelah Dikalahkan Alcaraz di US Open: Siap Balas Dendam di Shanghai?

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 25 September 2025 | 18:50 WIB
Jannik Sinner lakukan banyak perubahan agar bisa bersaing dengan Carlos Alcaraz.
Jannik Sinner lakukan banyak perubahan agar bisa bersaing dengan Carlos Alcaraz.

RADAR SURABAYA – Petenis andalan Italia, Jannik Sinner, mengakui telah melakukan serangkaian perubahan kecil dalam persiapannya, hanya dua pekan setelah mengalami kekalahan pahit di Final US Open dari rival terbesarnya, Carlos Alcaraz.

Modifikasi strategi ini dilakukan Sinner demi mempersiapkan potensi pertemuan kembali dengan petenis Spanyol tersebut di ATP Masters 1000 Shanghai.

Kekalahan di New York membuat rekor pertemuan (head-to-head) Sinner melawan Alcaraz (22) memburuk menjadi 5–10.

Padahal, petenis Italia itu sempat mengalahkan Alcaraz di Final Wimbledon Juli lalu.
"Kami banyak merenungkan final itu," ungkap Sinner menjelang laga pembukanya di China Open di Beijing, Kamis (dikutip dari ATP).

"Kami sedang mengerjakan hal-hal baru. Kami mengubah banyak hal kecil."

Toleransi Kesalahan Lebih Tinggi Demi Strategi Baru

Sinner (24) menjelaskan bahwa saat ini ia masih berada dalam fase transisi, yang ditandai dengan peningkatan sementara dalam jumlah kesalahan di lapangan.

Ini adalah bagian dari proses adaptasi terhadap strategi yang telah ia susun bersama tim.
"Jumlah kesalahan saat ini memang sedikit lebih tinggi, tetapi saya berharap ini akan membaik," lanjutnya.

"Ini hanya masalah waktu. Saya tidak tahu seberapa banyak saya bisa menerapkan perubahan di lapangan pertandingan karena satu hal adalah latihan dan satu hal lagi adalah pertandingan. Kita lihat saja nanti."

Meskipun menyadari risiko, Sinner menunjukkan motivasi tinggi untuk terus maju.
"Saya sangat termotivasi. Senang rasanya bisa mengerjakan sesuatu yang baru, lalu kita lihat bagaimana hasilnya nanti.

Kami selalu berusaha untuk maju. Satu langkah di depan selalu lebih baik daripada dua langkah mundur. Kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan," tegas pemilik empat gelar Grand Slam itu.

Target Gelar di Beijing dan Anggota Tim Baru

Musim ini menjadi salah satu yang terbaik bagi Sinner, dengan gelar major dari Australian Open dan Wimbledon.

Petenis No. 2 dunia itu berharap dapat mengklaim gelar lainnya di China Open Beijing, di mana ia ditempatkan sebagai unggulan teratas.

Sinner sendiri merupakan juara bertahan di Beijing (2023) sebelum posisinya di peringkat dunia sempat digeser oleh Alcaraz pasca-US Open.

Dalam upayanya untuk meningkatkan performa, Sinner tiba di Beijing dengan membawa anggota baru: fisioterapis berpengalaman, Alejandro Resnicoff.

"Dia seorang fisioterapis yang sangat berpengalaman, jelas telah berkiprah di ATP Tour selama 15 tahun," jelas Sinner.

"Dia juga menghormati tim kami. Jika dia melihat bahwa kami memiliki atau berpotensi meningkatkan sesuatu untuk tubuh saya, dia ada di sini untuk membantu."

Di pertandingan pembuka ATP 500 Beijing, Sinner dijadwalkan menghadapi mantan finalis turnamen, Marin Cilic.

Dengan catatan menang–kalah 37–5 musim ini dan sudah mengamankan tempat di ATP Finals di Turin, Jannik Sinner akan berjuang keras untuk meraih gelar dan memperkecil selisih poin dengan Carlos Alcaraz, yang kini kembali menduduki peringkat No. 1 dunia.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#shanghai #ATP 500 #Carlos Alcaraz #Jannik Sinner #ATP Masters 1000