RADAR SURABAYA- Diego Simeone, manajer Atletico Madrid, menjadi sorotan usai diganjar kartu merah dalam laga sengit melawan Liverpool di Anfield.
Insiden ini terjadi setelah Simeone meluapkan kemarahan yang dipicu oleh provokasi suporter Liverpool, menyusul gol kemenangan dramatis The Reds di menit-menit akhir pertandingan Liga Champions.
Kronologi Insiden Kartu Merah Simeone
Pertandingan Liverpool vs Atletico Madrid berlangsung panas hingga detik terakhir. Gol telat Virgil van Dijk menghancurkan harapan comeback Atletico Madrid yang sebelumnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Marcos Llorente.
Di tengah sorakan suporter tuan rumah, Simeone kehilangan kendali. Ia tampak mengacungkan jari tengah kepada penonton di tribun, sebuah tindakan yang dianggap tidak pantas oleh wasit Maurizio Mariani.
Akibatnya, Simeone diusir dari lapangan beberapa detik sebelum peluit akhir berbunyi. Komentator TNT Sports, Darren Fletcher, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
“Simeone ada di antara penonton! Dia benar-benar kehilangan kendali,” ujar Fletcher, seraya bertanya-tanya apa yang memicu reaksi pelatih asal Argentina tersebut.
Reaksi dan Komentar Simeone
Usai pertandingan, Simeone menjelaskan kepada Movistar Futbol bahwa reaksinya dipicu oleh penghinaan dari suporter Liverpool sepanjang laga.
“Mereka bicara soal memberikan pertunjukan bagus, tetapi menghina Anda dari belakang. Saya tidak bisa membalas karena saya pelatih. Reaksi saya memang tidak bisa dibenarkan,” ungkapnya.
Dalam konferensi pers, Simeone mengaku menyesal atas luapan emosinya, seperti dilansir TNT Sports.
Namun, ia tetap memuji jalannya pertandingan. “Ini adalah laga yang indah di stadion fantastis, melawan tim hebat dengan pemain luar biasa. Kami memberikan segalanya,” kata Simeone kepada UEFA.
Atmosfer Panas di Anfield
Pengamat TNT Sports, Steve McManaman, justru membela sikap Simeone. “Atmosfer pertandingan sangat panas.
Simeone memberikan yang terbaik, dan itulah mengapa dia disukai di seluruh dunia,” ujarnya. McManaman bahkan bercanda, “Dia tidak bisa bahasa Inggris, jadi saya tidak tahu bagaimana dia mengerti hinaan suporter!”
Sementara itu, presenter Laura Woods menyebut Simeone sebagai sosok “box office” yang selalu mencuri perhatian. Ia juga mencatat adanya insiden “air yang disiramkan”, meski tidak jelas apakah itu dari suporter atau bangku cadangan.
Jalannya Pertandingan: Comeback dan Drama
Laga ini penuh drama sejak menit awal. Andy Robertson membawa Liverpool unggul pada menit keempat, diikuti gol Mohamed Salah dua menit kemudian.
Namun, setelah penalti Liverpool dianulir VAR pada menit ke-36, Atletico Madrid bangkit. Marcos Llorente mencetak dua gol, masing-masing pada waktu tambahan babak pertama dan menit ke-81.
Sayangnya, gol sundulan Van Dijk di penghujung laga memastikan kemenangan 3-2 untuk tim asuhan Arne Slot.
Mengapa Insiden Ini Penting?
Insiden kartu merah Simeone bukan hanya soal emosi, tetapi juga mencerminkan intensitas Liga Champions. Dengan pengalaman hampir 14 tahun melatih Atletico Madrid, Simeone dikenal sebagai pelatih penuh gairah.
Namun, tindakannya kali ini memicu diskusi tentang batasan emosi di lapangan dan hubungan antara pelatih, pemain, dan suporter.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan