RADAR SURABAYA - Pertemuan Bayern Munich vs Chelsea di Liga Champions selalu menghadirkan drama bersejarah.
Dari final heroik 2012 hingga dominasi Bayern pada 2020, duel dua raksasa Eropa ini kembali menjadi sorotan.
Final 2012: Malam Ajaib Chelsea di Allianz Arena
Tanggal 19 Mei 2012 menjadi salah satu malam paling bersejarah dalam perjalanan Chelsea di Eropa. Bermain di Allianz Arena, markas Bayern Munich, The Blues tampil sebagai underdog.
Namun, gol telat Didier Drogba dan penyelamatan heroik Petr Čech di babak adu penalti mengantarkan Chelsea meraih gelar Liga Champions pertama mereka.
Kemenangan dramatis itu langsung dikenang sebagai salah satu final paling epik dalam sejarah kompetisi.
Balasan Bayern Munich: Dominasi di Pertemuan Berikutnya
Meski kalah di final 2012, Bayern Munich tidak butuh waktu lama untuk membalas dendam. Sejak saat itu, Die Roten berhasil menaklukkan Chelsea dalam tiga pertemuan beruntun di Liga Champions.
Puncak dominasi Bayern terjadi pada babak 16 besar Liga Champions musim 2019/2020. Saat itu, Bayern menghancurkan Chelsea dengan agregat telak 7-1.
Hattrick Serge Gnabry di Stamford Bridge menjadi sorotan utama, sebelum Robert Lewandowski menegaskan keunggulan mereka di leg kedua.
Laga Penuh Gengsi, Bukan Sekadar Fase Grup
Rekor pertemuan ini menjadikan duel Bayern Munich vs Chelsea lebih dari sekadar pertandingan fase grup Liga Champions 2025/2026. Ada gengsi dan harga diri yang dipertaruhkan oleh kedua tim.
Chelsea datang dengan kenangan manis 2012, sementara Bayern membawa catatan dominan sejak saat itu.
Pertemuan terbaru di Allianz Arena diyakini akan kembali menghadirkan tensi tinggi, sekaligus menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih layak disebut raksasa Eropa sejati.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan