Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Manchester City vs Manchester United: Sektor Kiper Manchester United Masih Meninggalkan Lubang Menganga

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 13 September 2025 | 20:12 WIB
Karir Senne Lammens akan dipertaruhkan di Manchester United.
Karir Senne Lammens akan dipertaruhkan di Manchester United.

RADAR SURABAYA - Manchester United tengah menghadapi krisis serius di posisi penjaga gawang.

Kepergian Andre Onana yang dipinjamkan ke klub Turki, Trabzonspor, justru menimbulkan tanda tanya besar: apakah langkah ini bisa menjadi solusi atau justru memperparah kondisi lini belakang Setan Merah?

Masalah Klasik United: Kiper Selalu Jadi Sorotan

Sejak era Liga Primer, posisi kiper di Old Trafford selalu berada dalam sorotan. Tiga nama besar seperti Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, dan David de Gea pernah memberi rasa aman di bawah mistar.

Massimo Taibi, Mark Bosnich, Fabien Barthez, dan Roy Carroll semuanya membuat terlalu banyak kesalahan untuk menjadi kiper United yang sukses.

Taibi hanya bertahan empat pertandingan, meskipun direkomendasikan ke klub oleh Martin Ferguson, saudara mantan manajer Sir Alex Ferguson, yang saat itu merupakan pencari bakat senior klub di Eropa.

Namun, Onana tampil tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan sejak pertama kali mengenakan seragam United, dan satu-satunya kejutan adalah ia butuh waktu lama untuk dilepas.

Namun, sejak kepergian De Gea pada 2023, United kesulitan mencari pengganti sepadan.

Onana, yang ditebus seharga £47 juta dari Inter Milan, gagal tampil konsisten. Debutnya diwarnai blunder kontra Wolverhampton Wanderers, dan

penampilan terakhirnya di Piala Carabao juga berakhir dengan kekalahan memalukan dari klub League Two, Grimsby Town.

Belanja Besar, Masalah Kiper Terabaikan

Musim panas lalu, United menghabiskan lebih dari £200 juta untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko.

Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas gol setelah hanya mencetak 44 gol musim sebelumnya.

Namun, meski kebobolan 54 gol, masalah di posisi kiper dibiarkan.

Altay Bayindir, rekrutan murah dari Fenerbahce, terbukti belum siap jadi kiper utama. Sementara Tom Heaton yang berusia 39 tahun terus diabaikan.

Kini, United hanya mengandalkan Senne Lammens, kiper muda Belgia yang masih butuh waktu beradaptasi.

Perbandingan dengan Manchester City

Kondisi ini kontras dengan rival sekota mereka, Manchester City. Pep Guardiola justru menjadikan posisi kiper sebagai prioritas.

The Citizens mendatangkan James Trafford, calon kiper nomor satu Inggris, dan Gianluigi Donnarumma yang dianggap salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Pelatih United, Ruben Amorim, sebenarnya ingin merekrut Emiliano Martínez dari Aston Villa, tetapi tawaran rendah United ditolak.

Martínez, dengan pengalaman dan reputasinya, bisa menjadi solusi ideal untuk memberi waktu adaptasi bagi Lammens. Namun, manajemen klub memilih jalur berbeda.

Amorim dalam Dilema Besar

Menjelang laga berat melawan City di Etihad, Amorim menghadapi pilihan sulit: menurunkan Bayindir yang tidak konsisten atau memberi debut berisiko kepada Lammens.

Keputusan ini semakin menegaskan betapa peliknya masalah di bawah mistar Old Trafford.

Kepergian Onana memang menutup satu bab, tetapi bukan solusi akhir. United masih belum memiliki kiper dengan kualitas elite yang bisa disejajarkan dengan legenda mereka.

Selama manajemen klub tidak serius membenahi lini ini, krisis kiper akan terus menjadi mimpi buruk bagi Setan Merah.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#andre onana #Senne Lammens #manchester city vs manchester united #Ruben Amorim #Manchester United