RADAR SURABAYA- Carlos Alcaraz kembali menunjukkan dominasinya di panggung tenis dunia. Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu sukses mengalahkan rival beratnya, Jannik Sinner, pada partai final US Open 2025 di New York, Minggu (7/9) waktu setempat atau Senin WIB.
Alcaraz tampil meyakinkan dengan kemenangan 6-2, 3-6, 6-1, 6-4 untuk meraih gelar US Open keduanya sekaligus menambah koleksi trofi Grand Slam menjadi enam.
Ucapan Haru Alcaraz
Usai pertandingan, Alcaraz mengungkapkan rasa syukurnya kepada tim dan keluarga.
“Tim saya, keluarga saya, saya sungguh beruntung memiliki kalian semua.
Kerja keras yang kalian lakukan membuat saya semakin baik, tidak hanya di level profesional, tetapi juga pribadi,” ujar Alcaraz dalam seremoni penyerahan trofi.
Respek dari Sinner
Meski kalah, Sinner menunjukkan sportivitas tinggi. Petenis Italia itu memberikan selamat kepada Alcaraz dan timnya.
“Kalian melakukan pekerjaan yang luar biasa. Kalian lebih baik dari saya hari ini. Nikmatilah, ini momen yang luar biasa,” kata juara Australian Open dan Wimbledon 2025 tersebut.
Statistik Menawan Alcaraz
Pertandingan final Grand Slam ketiga berturut-turut antara keduanya ini kembali menampilkan reli panjang dan serangan cepat yang memukau penonton.
Namun, Alcaraz mendominasi dengan mencatat 42 winner, hanya kehilangan sembilan poin dari servis pertama, serta memenangi 98 dari 101 gim servis sepanjang turnamen.
Bahkan, catatan ini menempatkan Alcaraz sejajar dengan legenda Pete Sampras, yang terakhir kali mencatat rekor serupa pada era 1990-an.
Kembali ke Puncak Dunia
Dengan kemenangan ini, Alcaraz akan kembali menempati peringkat nomor satu dunia untuk pertama kalinya sejak September 2023.
Momen tersebut bertepatan dengan 22 tahun sejak pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, mencapai peringkat tertinggi ATP pada 2003.
Alcaraz kini juga menjadi petenis termuda kedua setelah Bjorn Borg yang mampu meraih enam gelar Grand Slam tunggal putra di era Open.
Ambisi Sinner Belum Padam
Meski gagal meraih gelar ketiga Grand Slam tahun ini, Sinner tetap mencatat rekor impresif. Ia menjadi petenis termuda di era Open yang berhasil menembus final keempat turnamen major dalam satu musim, termasuk Australian Open, Roland Garros, Wimbledon, dan US Open.
Pada final Roland Garros sebelumnya, Sinner juga sempat unggul sebelum akhirnya dikalahkan Alcaraz.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan