Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

MLS Izinkan Bendera Palestina di Laga Kandang Columbus Crew untuk Dukung Wessam Abou Ali

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:47 WIB
Pemain baru Columbus Crew,  Wessam Abou Ali.
Pemain baru Columbus Crew, Wessam Abou Ali.

RADAR SURABAYA - Columbus Crew mendapat izin dari Major League Soccer (MLS) untuk mengibarkan bendera Palestina di pertandingan kandang guna mendukung pemain baru mereka, Wessam Abou Ali.

Namun, larangan menyeluruh terhadap bendera nasional di seluruh liga tetap berlaku, menurut sumber terpercaya.

Latar Belakang Wessam Abou Ali

Wessam Abou Ali, penyerang berusia 26 tahun keturunan Palestina, menjadi sorotan setelah bergabung dengan Columbus Crew sebagai rekrutan utama musim panas ini.

Pemain kelahiran Denmark ini sebelumnya membela tim nasional Denmark hingga level U-20, sebelum beralih mewakili Palestina pada Maret 2024. Ia mencatatkan 4 gol dalam 10 penampilan internasional untuk Palestina.

Sebelum bergabung dengan Columbus Crew, Abou Ali bermain untuk klub Denmark seperti AaB, Silkeborg, dan Vendsyssel, serta IK Siriusdi Swedia.

Pada Januari 2024, ia pindah ke Al Ahly (Mesir) dan mencetak 38 gol dalam 59 penampilan, termasuk hat-trick dalam hasil imbang 4-4 melawan FC Porto di Piala Dunia Antarklub.

Permintaan Pendukung untuk Bendera Palestina

Setelah pengumuman perekrutan Abou Ali, kelompok pendukung Columbus Crew, Nordecke, meminta kejelasan dari klub terkait kebijakan pengibaran bendera.

Pada 31 Juli, mereka mengajukan permintaan resmi untuk membawa bendera Palestina ke pertandingan, yang kemudian diperluas untuk mencakup bendera tim nasional atau negara asal semua pemain di tim.

“Kami ingin menunjukkan dukungan kepada pemain melalui bendera negara asal mereka,” ujar Collin Hill, juru bicara Nordecke, kepada The Athletic.

Permintaan ini diteruskan ke kantor MLS, yang memutuskan bahwa Columbus Crew boleh menampilkan satu bendera per negara pada hari pertandingan.

 

Kebijakan MLS tentang Bendera Nasional

Sebelumnya, MLS memperbolehkan pengibaran bendera nasional apa pun di stadion.
Namun, pada Oktober 2023, pasca-serangan Hamas ke Israel dan eskalasi konflik, liga

menerbitkan direktif baru yang melarang bendera nasional, termasuk bendera Israel dan Palestina, yang tidak rutin ditampilkan di stadion.

Kebijakan ini ternyata diterapkan secara tidak konsisten. Pada Maret 2025, misalnya, pendukung Columbus Crew membawa sekitar 12 bendera Ukraina ke Lower.com Field untuk mendukung bek Ukraina, Yevhen Cheberko, tanpa hambatan.

“Kami tidak dihentikan di gerbang atau diminta menunjukkan bendera,” kata Hill.

Namun, setelah kedatangan Abou Ali, kebijakan ini tampaknya ditegakkan lebih ketat, dengan larangan menyeluruh terhadap bendera tim nasional di stadion.

Hill menyebutkan bahwa kebijakan ini “sepertinya ditafsirkan atau ditegakkan secara berbeda.”

Kode Etik dan Pengecualian Bendera

Menurut Kode Etik Penggemar MLS, pengibaran tanda, simbol, atau gambar untuk tujuan politik, komersial, atau kampanye dilarang.

Meski begitu, penggemar dapat mengajukan pengecualian, yang diteruskan oleh klub ke liga. Satu pengecualian yang diketahui adalah izin bagi

pendukung Philadelphia Union untuk mengibarkan bendera Israel demi mendukung penyerang Tai Baribo, yang bermain untuk klub tersebut sejak 2023.

Pendukung Columbus Crew meminta pengecualian serupa untuk bendera Palestina.
Setelah diskusi dengan liga, mereka diizinkan menampilkan satu bendera per negara asal

pemain, termasuk bendera Palestina, Aljazair, Argentina, Kanada, Tanjung Verde, Denmark, Finlandia, Prancis, Ghana, Guatemala, Hungaria, Liberia, Nigeria, Ukraina, Amerika Serikat, dan Uruguay.

Bendera-bendera ini akan disediakan dan dipasang oleh klub, bukan penggemar, di bagian stadion yang ditentukan.

Tanggapan Columbus Crew

“Columbus Crew merangkul kekuatan sepak bola untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang di ruang ganti, stadion, dan komunitas kami,” ujar juru bicara klub kepada The Athletic.

Diskusi lebih lanjut antara pendukung dan manajemen klub dijadwalkan pada hari Kamis dalam pertemuan bulanan.

Apa Selanjutnya?

Keputusan ini menandai langkah penting dalam mendukung keragaman pemain di Columbus Crew, sekaligus mencerminkan tantangan MLS dalam menyeimbangkan kebebasan ekspresi penggemar dengan kebijakan anti-politik.

Dengan kehadiran bendera Palestina dan bendera negara lain, laga kandang Columbus Crew diharapkan menjadi panggung yang lebih inklusif bagi para penggemar dan pemain.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Columbus Crew #major league soccer #denmark #Wessam Abou Ali #Paleatina #mls