RADAR SURABAYA- Roma semakin serius membidik Jadon Sancho dari Manchester United pada bursa transfer musim panas 2025.
Klub asal ibu kota Italia itu dilaporkan sudah mencapai kesepakatan harga dengan United, tetapi negosiasi terhambat oleh gaji tinggi yang diminta sang winger.
Roma dan Manchester United Capai Kesepakatan Awal
Menurut laporan TEAMtalk, Roma telah menyepakati nilai transfer sekitar £20 juta (Rp410 miliar) dengan Manchester United.
Nominal tersebut dianggap masuk akal mengingat kontrak Sancho hanya tersisa satu musim, yaitu hingga Juni 2026.
Namun, perundingan belum rampung karena pihak Sancho bersikeras mempertahankan gaji sekitar £250.000 (Rp5,12 miliar) per minggu.
Angka ini terlalu tinggi untuk Roma, yang memiliki struktur gaji lebih ketat dibanding klub Premier League.
Seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport, Roma menginginkan Sancho untuk menambah kualitas serangan di sisi sayap.
Pelatih mereka disebut percaya bahwa Sancho bisa menjadi “pemain pembeda” di Serie A, terutama dengan gaya dribel dan kreativitasnya.
Statistik Sancho di Manchester United
Sejak didatangkan dari Borussia Dortmund pada 2021 dengan banderol £73 juta (Rp1,49 triliun) karier Sancho di Old Trafford jauh dari kata konsisten.
Musim 2021/22: 38 pertandingan, 5 gol, 3 assist
Musim 2022/23: 41 pertandingan, 7 gol, 4 assist
Musim 2023/24: 21 pertandingan, 3 gol, 2 assist
Musim 2024/25 (hingga Agustus): belum mencetak gol
Total, Sancho sudah tampil dalam 100 pertandingan untuk Manchester United dengan torehan 15 gol dan 9 assist. Catatan ini dinilai tidak sebanding dengan biaya transfer dan gaji besar yang ia terima.
Kekalahan dari Arsenal Jadi Peringatan untuk Amorim
Manchester United sendiri memulai musim Liga Primer Inggris 2025/26 dengan kekalahan 1-0 dari Arsenal di Old Trafford.
Gol tunggal The Gunners tercipta lewat kesalahan penjaga gawang Altay Bayındır yang gagal mengantisipasi bola mati dari Declan Rice.
Meski kalah, pelatih baru Ruben Amorim tetap mengapresiasi penampilan pemain anyar seperti Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo. Namun, Amorim mengakui skuadnya masih belum seimbang.
“Manchester United butuh tambahan di lini tengah dan penjaga gawang. Kami sudah bekerja keras di bursa transfer, tetapi masih harus ada yang datang dan pergi,” ujar Amorim dikutip dari Sky Sports.
Tantangan di Bursa Transfer: Gaji dan Penjualan Pemain
Sancho kini dianggap sebagai kunci dari strategi transfer United. Jika ia dilepas, klub bisa mendapatkan dana sekaligus memangkas beban gaji besar.
Hal ini membuka peluang untuk mendatangkan pemain baru di posisi gelandang dan kiper.
Namun, bila Sancho bertahan tanpa menurunkan tuntutan gaji, United akan kesulitan bergerak. Pasalnya, pemain lain seperti Antony dan Rasmus Højlund juga masih belum menemukan klub baru, sehingga belum ada pemasukan dari penjualan pemain.
Media Inggris, Daily Mail, menulis bahwa United bisa saja membiarkan Sancho hengkang dengan harga murah ketimbang kehilangannya secara gratis tahun depan.
Dampak Transfer Bagi Roma
Bagi Roma, kedatangan Sancho bisa menjadi dorongan besar dalam perburuan gelar Serie A. Sancho dinilai mampu memberikan variasi serangan bersama Paulo Dybala dan Romelu Lukaku.
Eks pemain Roma, Daniele De Rossi, bahkan menyebut transfer Sancho akan “mengubah level Roma.”
Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, ia mengatakan, “Sancho punya kualitas yang jarang dimiliki pemain sayap di Serie A. Jika Roma bisa menyesuaikan gaji, ini akan menjadi perekrutan besar.”
Negosiasi transfer Jadon Sancho menuju Roma masih berlarut akibat masalah gaji. Manchester United sudah setuju melepas sang winger dengan harga £20 juta, tetapi tuntutan Sancho menghambat kesepakatan final.
Jika transfer gagal, United berisiko gagal memperkuat sektor gelandang dan kiper, sementara Roma kehilangan kesempatan mendatangkan pemain kreatif yang bisa memberi dampak instan.
Bursa transfer musim panas 2025 pun semakin panas dengan drama Sancho sebagai salah satu cerita utama.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan