RADAR SURABAYA — Carlos Alcaraz akhirnya meraih gelar Cincinnati Open 2025 dengan cara yang tak biasa.
Final melawan Jannik Sinner, Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia, hanya bertahan 22 menit setelah sang lawan terpaksa mundur karena sakit.
Duel keduanya sejatinya ditunggu publik karena menjadi pertemuan keempat musim ini, sekaligus ulangan setelah Wimbledon.
Namun, Sinner yang tampil kurang bugar tertinggal 0-5 di set pertama usai melakukan sembilan kesalahan sendiri. Ia sempat mendapat perawatan dengan kompres es di kepala, sebelum akhirnya memilih mundur.
“Rasanya tidak enak sejak kemarin. Sepanjang malam saya berharap bisa pulih, tetapi tidak. Saya hanya mencoba tampil untuk para penggemar, tetapi hari ini memang tidak bisa,” kata Sinner usai pertandingan.
Bagi Alcaraz, ini jadi momen manis. Tahun lalu ia kalah di final Cincinnati, namun kali ini berhasil mengangkat trofi.
“Saya ingin mendoakan Jannik agar cepat pulih. Saya sendiri sangat senang akhirnya bisa juara di sini,” ujarnya.
Sinner sebelumnya sedang dalam performa luar biasa dengan catatan 12 kemenangan beruntun dan 26 kemenangan beruntun di lapangan keras.
Ia juga berusaha menjadi pemain pertama sejak Roger Federer (2014–2015) yang bisa mempertahankan gelar Cincinnati Open.
Dengan hasil ini, Alcaraz yang kini menempati peringkat dua dunia memperlebar rekor pertemuannya dengan Sinner menjadi 9–5.
Musim ini keduanya sudah beberapa kali menciptakan duel epik, termasuk di Wimbledon, Prancis Terbuka, dan Roma Masters.
Cincinnati Open sendiri dianggap sebagai turnamen pemanasan menuju US Open 2025 yang digelar mulai Minggu (24/8/2025) di New York.
Dua tahun terakhir, juara Cincinnati Open putra maupun putri selalu berhasil melanjutkan tren dengan menjuarai Grand Slam terakhir musim tersebut.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan