RADAR SURABAYA – Community Shield kembali memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Inggris. Asosiasi Sepak Bola (FA)
menegaskan bahwa pertandingan ini adalah ajang yang “tak tertandingi” dibandingkan trofi lainnya, meski sebagian pendukung masih mempertanyakan statusnya sebagai trofi utama.
Community Shield diakui FA sebagai piala super domestik yang menandai dimulainya musim sepak bola baru.
Pertandingan ini mempertemukan juara Liga Primer Inggris dengan pemenang Piala FA, atau tim peringkat kedua Liga Primer jika satu klub meraih keduanya.
“Pertandingan ini telah sangat dihormati dan didukung oleh klub serta penggemar selama bertahun-tahun,” kata juru bicara FA.
Sejarah Community Shield
Ajang ini berawal dari FA Charity Shield, yang merupakan evolusi dari Sheriff of London Charity Shield.
Pertama kali digelar pada 1908 di Stamford Bridge, Manchester United—juara Divisi Pertama—mengalahkan Queens Park Rangers, juara Liga Selatan, dengan skor 4-0 pada laga ulang setelah bermain imbang 1-1.
Manchester United menjadi klub tersukses di ajang ini dengan 21 kemenangan (empat di antaranya berbagi gelar). Sejak 2002, ajang ini resmi berganti nama menjadi Community Shield.
Trofi yang Diperdebatkan
Secara umum, Liga Primer, Piala FA, dan Piala Liga dianggap sebagai trofi domestik utama. Namun, banyak pendukung menganggap Community Shield tetap bergengsi, terutama jika dimenangkan oleh klub kesayangan mereka.
Bagi klub, trofi ini menjadi kesempatan awal untuk mengisi lemari gelar sebelum musim kompetisi dimulai.
Manajer Liverpool, Arne Slot, menyambut positif peluang ini.
“Biasanya kita memenangkan sesuatu di akhir musim. Sekarang kami punya kesempatan untuk meraih trofi di awal,” ujarnya.
Sentimen serupa diungkapkan manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, yang debut di ajang ini.
“Lebih baik daripada laga persahabatan. Ini kesempatan bersaing dengan juara dan menunjukkan kepribadian tim,” kata Glasner.
Panggung Pemain Baru dan Muda
Community Shield juga menjadi ajang unjuk gigi pemain baru dan muda. Penyerang anyar Liverpool, Hugo Ekitike, menegaskan ambisinya:
“Saya akan memberikan 100% untuk menang. Saya di sini untuk menang.”
Bintang muda Liverpool, Rio Ngumoha (16 tahun), juga berpeluang mencatat debut, sebagaimana Nico O’Reilly yang melakukan debut bersama Manchester City pada kemenangan 2024.
O’Reilly kemudian mengoleksi 21 penampilan dan mencetak lima gol di level senior.
Dengan statusnya yang unik, Community Shield tetap menjadi ajang yang memadukan gengsi, sejarah, dan hiburan, sekaligus pemanasan menjelang ketatnya persaingan Liga Primer Inggris.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan