Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Taktik Gila Vanenburg Bikin Geger! Bek Jadi Striker, Timnas U-23 Bungkam Thailand dan Lolos ke Final

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 26 Juli 2025 | 13:29 WIB
Berjuang sampai akhir timnas Indonesia U-23 akhirnya capai babak final.
Berjuang sampai akhir timnas Indonesia U-23 akhirnya capai babak final.

RADAR SURABAYA - Perubahan taktik yang mengejutkan dari pelatih Gerald Vanenburg menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia U-23 menyingkirkan Thailand dan melaju ke final Piala AFF U-23 2025.

Strategi tak biasa yang mengandalkan fisik dan transisi ofensif dari pemain belakang membawa hasil gemilang.

Dalam kondisi tertinggal 0–1 pada babak kedua, Vanenburg melakukan langkah berani dengan memasukkan tiga pemain sekaligus: Alfharezzi Buffon, Muhammad Ferarri, dan Brandon Scheunemann.

Namun bukan sekadar pergantian biasa, skema permainan langsung berubah drastis.

Bek Menjadi Striker, Lini Serang Mendadak 'Raksasa'

Vanenburg memindahkan Ferarri—bek tengah bertubuh jangkung—ke posisi penyerang tengah. Brandon Scheunemann, yang biasanya bermain sebagai gelandang bertahan, bermain lebih dalam untuk menopang distribusi bola.

Dengan kombinasi ini, Indonesia menciptakan keunggulan fisik di kotak penalti Thailand.

Situasi bola mati, terutama dari sepak pojok, menjadi senjata utama. Kombinasi Ferarri, Kadek Arel, Kakang Rudianto, dan Scheunemann menciptakan empat pemain bertinggi badan di atas rata-rata di kotak penalti lawan.

Hal ini memaksa Thailand melakukan penyesuaian yang justru membuka ruang untuk pemain lain seperti Jens Raven.

Rayhan Hannan, Umpan Kunci di Tengah Kekacauan

Dalam situasi corner yang tampaknya kacau, justru Rayhan Hannan menunjukkan ketenangan dan visi permainan.

Ia mengirim umpan lambung ke arah Jens Raven yang melakukan pergerakan dari lini kedua.
Raven mengeksekusi sundulan keras yang tak mampu dihentikan kiper Thailand. Skor berubah 1–1, dan momentum pun berbalik.

Ferarri Multiperan: Dari Striker ke Bek Sayap

Menariknya, peran Ferarri tidak berhenti di lini depan. Saat Dony Tri Pamungkas ditarik keluar pada babak tambahan, Ferarri berpindah ke sisi kiri sebagai bek sayap.

Perubahan peran ini menandakan fleksibilitas taktik Vanenburg sekaligus kesiapan mental para pemainnya.

Adu Penalti: Buffon Jadi Penentu

Pertandingan berlanjut ke adu penalti setelah skor 1–1 bertahan hingga perpanjangan waktu. Alfharezzi Buffon, yang masuk di babak kedua, menjadi penendang penentu.

Tendangannya memastikan kemenangan 7–6 atas Thailand dan membawa Indonesia ke final.

 Taktik Progresif Vanenburg yang Efektif

Langkah taktis Gerald Vanenburg menandai pendekatan progresif dalam sepak bola modern: fleksibilitas peran, pemanfaatan keunggulan fisik, dan transisi vertikal cepat.

Strategi ini tidak hanya menyelamatkan Indonesia dari kekalahan, tetapi juga menciptakan kejutan yang mematikan di fase krusial.

Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Vietnam di final Piala AFF U-23 2025 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (29/7). Akankah taktik kejutan kembali hadir di final?

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#final #Gerald Vanenburg #Jens Raven #piala aff u-23 2025 #Perubahan Taktik #muhammad ferarri #Brandon Scheunemann #timnas indonesia u-23