RADAR SURABAYA – Dunia sepak bola tengah berduka atas kepergian tragis bintang Liverpool, Diogo Jota, yang meninggal dunia bersama saudaranya, André Silva.
Namun, di tengah kabar duka itu, Liverpool Football Club menunjukkan sisi kemanusiaan yang jarang terlihat di industri olahraga modern.
Menurut laporan media Portugal Record, Liverpool berkomitmen untuk membayarkan penuh dua tahun sisa kontrak Jota kepada keluarganya.
Tindakan ini menunjukkan bahwa klub bukan hanya institusi sepak bola, melainkan juga komunitas yang menjunjung nilai kemanusiaan.
Liverpool Bayarkan Sisa Kontrak Diogo Jota kepada Keluarga
Dalam dunia sepak bola yang kerap diwarnai oleh berita transfer dan persaingan sengit, langkah Liverpool memberikan sisa nilai kontrak Jota kepada keluarganya menjadi sorotan.
Gestur ini bukan sekadar tanggung jawab finansial, melainkan bentuk penghormatan dan solidaritas di tengah kehilangan besar.
“Ini bukan hanya soal kontrak atau angka,” tulis media Portugal. “Ini adalah pesan kepada keluarga Jota bahwa mereka tidak sendiri.”
Pemakaman Diogo Jota Dihadiri Pemain dan Legenda Liverpool
Prosesi pemakaman Diogo Jota digelar pada Sabtu (5/7) di Gondomar, Portugal. Seluruh skuad Liverpool turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Tak hanya pemain aktif para mantan pemain seperti Fabinho, James Milner, Thiago Alcântara, hingga Jordan Henderson juga tampak hadir.
Kehadiran mereka menandakan solidaritas yang mendalam. Bagi manajer Liverpool, Arne Slot, yang baru saja membawa klub menjuarai Liga Primer I
nggris musim ini, momen ini menuntut kepemimpinan dalam bentuk yang berbeda—yakni hadir dan turut berduka sebagai keluarga besar Liverpool.
Warisan Nilai Kemanusiaan Klub Liverpool
Respons Liverpool dalam menghadapi tragedi bukanlah hal baru. Dalam sejarahnya, termasuk saat tragedi Hillsborough, Liverpool selalu tampil sebagai institusi yang mengedepankan empati dan nilai kemanusiaan.
Langkah klub mendukung keluarga Diogo Jota secara penuh adalah bentuk konsistensi dari nilai tersebut. Ini bukan hanya soal mengenang pemain, tapi tentang menjaga warisan kepedulian yang menjadi identitas klub sejak lama.
Komunitas Sepak Bola Bersatu
Ucapan duka cita juga mengalir dari berbagai klub dan tokoh sepak bola dunia. Banyak yang memuji sikap Liverpool sebagai teladan dalam menghadapi duka dengan empati dan tindakan nyata.
Melalui kebijakan dan kehadiran para pemain dalam pemakaman, Liverpool sekali lagi menunjukkan bahwa menjadi bagian dari klub ini bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga tentang menjadi manusia yang utuh.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan