RADAR SURABAYA – Pelatih anyar Al Hilal, Simone Inzaghi, menegaskan bahwa timnya datang ke Piala Dunia Antarklub FIFA bukan untuk sekadar tampil, melainkan untuk membuktikan
bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Al Hilal akan menantang Manchester City di babak 16 besar pada Selasa pukul 08.00 WIB. Al Hilal melaju ke babak 16 besar usai bermain imbang tanpa gol melawan FC Salzburg.
Meski banyak klub Eropa mengikuti turnamen pramusim di Amerika Serikat karena iming-iming hadiah besar, Inzaghi menyebut Al Hilal memiliki motivasi berbeda.
“Tujuan kami adalah berada di grup tim-tim terbaik dunia,” ujar Inzaghi. “Kami tidak datang untuk bersenang-senang. Kami datang untuk bertanding dan ingin mencapai tahap ini.”
Al Hilal, klub Arab Saudi yang dikendalikan oleh Dana Investasi Publik dengan nilai hampir US$100 miliar (Rp16,23 triliun), telah menunjukkan ambisi besar mereka.
Sebelum menghadapi Manchester City di babak 16 besar, mereka sukses menahan imbang Real Madrid 1-1 di fase grup.
Hanya empat hari setelah Inzaghi membawa Inter Milan ke final Liga Champions (yang kalah dari PSG), Al Hilal langsung mengumumkan penunjukannya sebagai pelatih.
Rekam jejaknya—dua final Liga Champions dan satu gelar Serie A dalam empat musim—menjadikannya sosok yang diburu klub-klub top seperti Manchester United dan Barcelona.
“Penunjukan Inzaghi menunjukkan ambisi kami,” kata CEO Al Hilal, Esteve Calzada. “Langkah ini menempatkan kami di posisi yang sangat baik untuk bersaing.”
Al Hilal bukan klub baru. Didirikan pada 1957, mereka kini menjadi sorotan dunia berkat gelombang investasi di sepak bola Saudi.
Setelah transfer Cristiano Ronaldo ke Al Nassr, Al Hilal menggaet Neymar dari PSG dengan nilai €90 juta. Meski cedera membuat Neymar hanya tampil tujuh kali, transfer ini memperkuat branding global Al Hilal.
Kini, kaus Al Hilal sudah dijual di berbagai kota Eropa. Klub ini memiliki lebih dari 40 juta pengikut di media sosial, menyaingi klub-klub besar Liga Primer.
Skuad Al Hilal di Piala Dunia Antarklub dipenuhi nama-nama top: Kalidou Koulibaly, Renan Lodi, Sergej Milinkovic-Savic, Aleksandar Mitrovic, Ruben Neves, dan Joao Cancelo.
Bahkan manajemen klub juga dipenuhi eks-Manchester City, termasuk CEO Esteve Calzada yang sebelumnya menjabat sebagai kepala komersial City Football Group.
“Pertandingan melawan Manchester City akan sangat emosional,” ujar Calzada. “Saya bekerja di sana selama 12 tahun. Tapi kali ini, saya ingin City kalah.” pungkas Calzada.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan