RADAR SURABAYA - John Textor resmi menjual saham mayoritasnya di Crystal Palace kepada pemilik klub NFL New York Jets, Woody Johnson, dengan nilai fantastis mencapai £190 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.
Langkah ini dinilai membuka jalan mulus bagi The Eagles untuk tampil di Liga Europa musim depan.
Melalui perusahaannya, Eagle Football Holdings, Textor sebelumnya menguasai 43% saham klub asal London Selatan tersebut.
Namun, karena kepemilikannya atas klub Prancis Olympique Lyon, partisipasi Crystal Palace di Liga Europa terancam akibat regulasi UEFA soal kepemilikan multi-klub.
Untuk menghindari sanksi, para pejabat Crystal Palace—termasuk Textor—terbang ke Swiss awal Juni lalu guna meyakinkan UEFA bahwa ia hanya memiliki 25% hak suara dan tak mengendalikan keputusan klub.
Textor kemudian mengonfirmasi ke Mail Sport bahwa ia sedang mencari pembeli, dan Woody Johnson—mantan Duta Besar AS untuk Inggris—muncul sebagai kandidat utama.
Sekarang, kesepakatan bernilai Rp3,8 triliun itu telah tercapai, tinggal menunggu persetujuan dari Premier League.
Siapa Woody Johnson?
Johnson (78 tahun) adalah pewaris perusahaan raksasa Johnson & Johnson, memiliki kekayaan bersih sekitar £7,38 miliar atau sekitar Rp147 triliun.
Ia dikenal sebagai tokoh Partai Republik, pendukung Donald Trump, dan sebelumnya gagal dalam upayanya membeli Chelsea pada 2022.
Ia juga dikenal sebagai filantropis di bidang riset medis dan aktif menyumbang ke Ukraina melalui New York Jets. Istrinya, Suzanne, berasal dari komunitas Ukraina di New York.
Namun, rekam jejak Johnson di dunia olahraga belum begitu gemilang. Selama 24 tahun menjadi pemilik Jets, tim tersebut belum pernah tampil di Super Bowl dan sudah 14 musim absen dari babak play-off—rekor terburuk dalam sejarah NFL.
Harapan Baru untuk Crystal Palace
Meskipun Johnson kini memegang 43% saham Crystal Palace, pengaruhnya dibatasi hanya 25% hak suara—sama seperti ketua klub Steve Parish, dan dua investor AS lainnya, Josh Harris dan David Blitzer.
Konfigurasi ini dirancang agar mematuhi regulasi UEFA dan mempertahankan hak Palace untuk bermain di Eropa.
Namun, Blitzer yang juga memiliki klub Denmark, Brondby, bisa menimbulkan potensi konflik kepentingan lain.
Jika UEFA menilai ada pelanggaran aturan, Palace bisa saja diturunkan ke UEFA Conference League.
Keputusan resmi dari UEFA terkait keikutsertaan Palace di Liga Europa diperkirakan akan diumumkan akhir bulan ini.
Pernyataan Resmi Klub
Sekitar lima jam setelah laporan dari Mail Sport, Crystal Palace mengonfirmasi kesepakatan ini:
“Crystal Palace Football Club dapat mengonfirmasi bahwa Robert Wood Johnson, ‘Woody’, pengusaha asal Amerika Serikat dan salah satu pemilik New York Jets, telah menandatangani kontrak yang mengikat secara hukum untuk membeli kepemilikan Eagle Football di klub ini.
Kami tidak memperkirakan adanya kendala dalam proses penyelesaian, yang masih menunggu persetujuan Premier League dan Liga Super Wanita. Kami menyambut Woody sebagai mitra dan direktur klub.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada John Textor atas kontribusinya selama empat tahun terakhir, dan mendoakan kesuksesannya di masa depan.” tulis pernyataan Crystal Palace.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan