RADAR SURABAYA- Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih gelar Liga Champions 2025 usai menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5–0.
Namun, di balik euforia kemenangan di Stadion Allianz, Munich, terselip momen mengharukan yang melibatkan pelatih PSG, Luis Enrique.
Penghormatan Menyentuh untuk Putri Luis Enrique
Usai pertandingan, suasana emosional tercipta saat puluhan ribu pendukung PSG membentangkan spanduk besar bergambar mendiang Xana, putri Luis Enrique yang meninggal pada 2019 akibat kanker tulang saat berusia 9 tahun.
Dalam ilustrasi tersebut, Xana digambarkan sedang menyaksikan sang ayah menancapkan bendera PSG di tengah lapangan.
Momen ini terjadi setelah kapten tim, Marquinhos, mengangkat trofi Liga Champions di hadapan lebih dari 30.000 penggemar Les Parisiens.
Luis Enrique terlihat menitikkan air mata menyaksikan penghormatan penuh cinta dari para suporter PSG.
“Itu sangat mengharukan. Sungguh indah membayangkan para penggemar memikirkan saya dan keluarga saya,” ujar Enrique, dikutip dari Mirror.
Enrique: 'Saya Selalu Mengingat Xana'
Meski mengapresiasi penghormatan emosional tersebut, Enrique menegaskan bahwa cintanya kepada Xana tidak bergantung pada pencapaian di lapangan.
“Saya tidak perlu memenangkan Liga Champions untuk memikirkan putri saya. Saya selalu memikirkannya. Dia selalu bersama saya dan keluarga. Ini tentang mengambil sisi positif dari situasi negatif. Itulah mentalitas saya,” ungkapnya.
Kenangan Final Liga Champions Bersama Barcelona
Sebelum laga final, Enrique juga sempat mengenang momen manis bersama Xana saat mereka merayakan kemenangan Liga Champions bersama FC Barcelona pada 2015.
“Putri saya suka berpesta, dan saya yakin dia masih merayakannya di mana pun dia berada. Saya punya foto luar biasa bersama Xana,
menancapkan bendera Barcelona di lapangan setelah final. Saya berharap bisa melakukannya juga untuk PSG,” tutur Enrique.
Dan keinginan Luis Enrique itu sudah terwujud, bersama PSG dia kembali menjadi juara Liga Champions.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan