Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PSG Bungkam Dunia: Tak Perlu Messi, Neymar, atau Mbappe untuk Angkat Trofi Liga Champions

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 1 Juni 2025 | 12:06 WIB
Desire Doue jadi pembeda bagi Paris Saint-Germain di final Liga champions 2025.
Desire Doue jadi pembeda bagi Paris Saint-Germain di final Liga champions 2025.

RADAR SURABAYA - Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mewujudkan mimpi mereka menjadi juara Liga Champions setelah membantai Inter Milan dengan skor telak 5-0 dalam laga final yang berlangsung di Allianz Arena, Munich, pada Minggu (25/5).

Pertandingan final Liga Champions 2025 ini menjadi panggung sempurna bagi para pemain muda PSG, terutama Desire Doue dan Achraf Hakimi, yang membawa Les Parisiens unggul 2-0 hanya dalam 20 menit pertama pertandingan.

Doue Cetak Rekor di Final Liga Champions

Tim asuhan Luis Enrique tampil dominan sejak menit pertama dan tidak memberi ruang bagi Inter Milan untuk berkembang.

Pada babak kedua, Doue mencetak gol keduanya sekaligus membawa PSG unggul 3-0. Dengan kontribusi langsung dalam tiga gol, pemain berusia 19 tahun ini mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang melakukannya dalam satu final Liga Champions.

Tak berhenti di situ, Khvicha Kvaratskhelia menambah gol keempat PSG sebelum gol penutup dicetak pada menit-menit akhir pertandingan. Kemenangan 5-0 ini memastikan PSG meraih gelar juara Liga Champions pertama mereka dengan cara yang luar biasa.

Tanpa Messi, Neymar, dan Mbappe

Keberhasilan PSG juara Liga Champions 2025 ini terasa istimewa karena dicapai tanpa kehadiran nama-nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Neymar. Justru para pemain muda dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan.

PSG yang selalu mendatangkan pemain bintang beberapa tahun lalu sebagai upaya menjadi Raja Eropa, selalu gagal dengan mengecewakan. 

Di bawah komando Luis Enrique, PSG menjelma menjadi tim yang bukan hanya kuat secara individu, tetapi juga solid sebagai unit. Luis Enrique tidak butuh bintang, Kylian Mbappe pun dia lepas ke Real Madrid. 

Yang dia butuhkan bukan bintang, tapi pemain yang memberikan hatinya untuk Les Parisiens. 

Strategi jitu dan pendekatan kolektif yang diterapkan Enrique menjadikan PSG sebagai tim yang sangat efektif dan menakutkan di kompetisi tertinggi Eropa ini.

Luis Enrique memenangkan Liga Champions dengan masterclass.
Luis Enrique memenangkan Liga Champions dengan masterclass.

Inter Milan Gagal Total di Final Liga Champions

Sebaliknya, Inter Milan tampil mengecewakan dalam pertandingan final ini. Tim asuhan Simone Inzaghi yang dikenal solid dalam pertahanan justru tak mampu membendung agresivitas PSG.

Ini menjadi kekalahan kedua Inter di final Liga Champions dalam tiga musim terakhir.

Rumor kepindahan Inzaghi ke klub Arab Saudi, Al-Hilal, semakin menguat. Namun, jika itu benar terjadi, warisan kepelatihannya di Eropa akan dikenang bukan karena trofi, tetapi karena dua kekalahan menyakitkan di partai puncak.

Kemenangan PSG atas Inter Milan dengan skor 5-0 di final Liga Champions 2025 menandai era baru kejayaan klub asal Paris.

Dengan materi pemain muda, taktik cerdas Luis Enrique, dan determinasi tinggi, PSG akhirnya mampu menaklukkan Eropa.

Sementara itu, Inter Milan harus mengevaluasi performa mereka di laga penting ini setelah mengalami kekalahan paling menyakitkan dalam sejarah klub.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#simone inzaghi #juara Liga Champions #inter milan #Liga Champions #psg #luis enrique #Desire Doue