RADAR SURABAYA – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya berhasil menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 pada final Liga Champions 2025 di Allianz Arena, Minggu (1/6) dini hari WIB.
Kemenangan PSG atas Inter Milan ini menjadi margin kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions sejak kompetisi ini dimulai pada tahun 1956.
Hasil ini juga memastikan PSG meraih treble winner musim ini setelah sebelumnya menjuarai Ligue 1 dan Coupe de France.
Jalannya Pertandingan PSG vs Inter Milan di Final Liga Champions 2025
PSG langsung tampil agresif sejak menit awal. Bek kanan Achraf Hakimi membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter Milan. Gol ini terasa istimewa karena dicetak ke gawang mantan klubnya.
Delapan menit berselang, penyerang muda Desire Doue menggandakan keunggulan PSG. Pemain berusia 19 tahun ini menjadi remaja pertama yang mencetak dua gol dalam laga final Liga Champions sejak Eusebio (Benfica) pada 1962.
PSG menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 atas Inter Milan. Namun, tim asuhan Luis Enrique tidak mengendurkan tekanan di babak kedua.
Di awal babak kedua, Khvicha Kvaratskhelia langsung menciptakan peluang berbahaya, meski tembakannya masih melebar.
Pada menit ke-63, Doué kembali mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Vitinha, yang sebelumnya bekerja sama dengan Ousmane Dembélé di lini tengah.
Keunggulan PSG bertambah menjadi 4-0 pada menit ke-73 lewat aksi Kvaratskhelia yang lepas dari kawalan Alessandro Bastoni dan sukses menaklukkan kiper Yann Sommer.
Gol penutup PSG dicetak oleh pemain pengganti berusia 19 tahun, Senny Mayulu, pada menit ke-86. Skor akhir 5-0 mengukuhkan dominasi PSG atas Inter Milan di laga final Liga Champions 2025.
PSG Cetak Sejarah: Gelar Liga Champions Pertama Sepanjang Masa
Dengan hasil ini, PSG resmi menjadi klub Prancis kedua yang berhasil meraih trofi Liga Champions, menyusul Olympique Marseille yang menjadi juara pada 1993.
Bagi pelatih Luis Enrique, ini adalah trofi Liga Champions keduanya setelah sukses bersama Barcelona pada 2015.
Keberhasilan PSG terasa semakin dramatis karena musim ini adalah musim pertama mereka tanpa Kylian Mbappe, yang pindah ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu.
Setelah bertahun-tahun membangun skuad bertabur bintang seperti Lionel Messi, Neymar, dan Zlatan Ibrahimovic, PSG akhirnya menuai hasil dari strategi baru mereka yang berfokus pada pemain muda.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan