Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Parade Juara Liverpool: Air Mata, Trofi, dan Cinta Abadi dari Para Suporter

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 27 Mei 2025 | 11:07 WIB

Asap merah menyelimuti parade juara dengan beberapa pemain tim utama Liverpool terlihat di tingkat atas bus.
Asap merah menyelimuti parade juara dengan beberapa pemain tim utama Liverpool terlihat di tingkat atas bus.

Liverpool menggelar parade kemenangan Liga Primer Inggris setelah secara resmi menerima trofi pada hari Minggu.

RADAR SURABAYA - The Reds telah dinobatkan sebagai juara pada akhir April dalam musim pertama Arne Slot sebagai pelatih, tetapi baru menerima trofi secara fisik pada pertandingan terakhir musim ini.

Virgil van Dijk mengangkat trofi di Anfield di hadapan ribuan pendukung yang memadati stadion.

Keesokan harinya, para pemain dan staf Liverpool turun ke jalan-jalan kota untuk merayakan keberhasilan ini bersama para suporter, yang berbaris di sepanjang trotoar dan jalan raya.

The Reds—yang berpesta hingga larut malam—disambut meriah oleh ribuan pendukung. Stasiun Crewe bahkan dipenuhi oleh para fans yang meneriakkan yel-yel dan berusaha menaiki kereta demi hadir dalam perayaan tersebut.

Gelar liga ke-20 Liverpool kini telah menghiasi dinding kehormatan klub. Para penggemar datang dengan membawa suar, balon, dan bahkan memanjat tiang lampu lalu lintas untuk menyemarakkan suasana.

Mohanwd Salah berada di depan dan tengah saat ia melambaikan tangan kepada para pendukung yang menyemangatinya dan rekan satu timnya di dalam bus.
Mohanwd Salah berada di depan dan tengah saat ia melambaikan tangan kepada para pendukung yang menyemangatinya dan rekan satu timnya di dalam bus.

Beberapa pendukung tampak berkumpul di luar gerbang Shankly Gates dua jam sebelum parade dimulai.

Ada pula yang datang dari Birmingham, tidak hanya untuk merayakan kemenangan, tetapi juga mengucapkan salam perpisahan kepada Trent Alexander-Arnold yang akan hengkang ke Real Madrid.

Alexander-Arnold turut hadir dalam pesta sehari sebelumnya, mengenakan pakaian olahraga Liverpool lengkap dengan tudung kepala dan kacamata hitam.

Medali kemenangan masih melingkar di lehernya. Kekasihnya, Estelle Behnke, juga terlihat hadir bersama saudaranya, meskipun keduanya tidak berfoto bersama.

Pada hari Senin, Liverpool menayangkan siaran langsung resmi parade tersebut di kanal YouTube mereka, yang ditonton puluhan ribu orang.

Parade dimulai tepat pukul 14.00 waktu Liverpool atau pukul 20.00 WIB dengan Van Dijk dan Mohamed Salah tampak menari di pintu bus. Salah bahkan memegang kamera sekali pakai untuk mengabadikan momen.

Para pendukung mengantre untuk berfoto di samping mural Virgil van Dijk beberapa jam setelah ia mengangkat trofi Liga Primer
Para pendukung mengantre untuk berfoto di samping mural Virgil van Dijk beberapa jam setelah ia mengangkat trofi Liga Primer

Beberapa penggemar mengenakan potongan kardus berbentuk wajah Arne Slot, sementara mantan pemain seperti Gary McAllister, Jason

McAteer, dan Neil Mellor turut memberikan komentar di siaran langsung tersebut. Slot sendiri segera berdiri di atas bus dan mengepalkan tangan ke arah suporter.

Meski cuaca buruk melanda kota, hal itu tidak menyurutkan semangat para penggemar. Konfeti berjatuhan dari langit saat bus melewati rute parade, dikawal ketat oleh polisi.

Bus Liverpool dihiasi tulisan champions, lengkap dengan gambar trofi Liga Primer dan slogan ours again.

Beberapa suporter memanjat lampu lalu lintas saat sejumlah jalan di kota ditutup pada hari Senin
Beberapa suporter memanjat lampu lalu lintas saat sejumlah jalan di kota ditutup pada hari Senin

Meskipun flare dilarang di beberapa jalur kereta sekitar kota, para pendukung tetap menyalakannya saat bus melewati mereka.

Cody Gakpo tampak mengenakan kacamata hitam dan topi miring, sementara Ibrahima Konaté memimpin tarian di atas bus.

Pemilik klub, John W. Henry, turut serta di atas bus meski tampak terkejut dengan cuaca Inggris yang kurang bersahabat.

Para penggemar datang dari seluruh Inggrus untuk merayakan gelar ke-20 klub di liga utama
Para penggemar datang dari seluruh Inggrus untuk merayakan gelar ke-20 klub di liga utama

Sementara itu, Alexander-Arnold berdiri dengan kedua tangan terentang di bagian belakang bus, dan Dominik Szoboszlai, dengan rambut basah menutupi wajah, tampak memegang trofi tiup.

Gakpo bahkan memamerkan sabuk WWE edisi khusus Liverpool, mengangkatnya tinggi-tinggi di atas kepala.

Para pemain bergiliran mengangkat trofi sambil saling menopang di atas bus, disambut gelombang sorak-sorai dan bendera yang terus dikibarkan para fans, meski hujan terus turun.

Banyak suporter berdiri di belakang pembatas sambil membawa plakat ucapan selamat. Rute parade sepanjang 10 mil itu dimulai dari Allerton Maze dan menyusuri Queens Drive menuju utara, mengikuti jalur yang sama dengan perayaan gelar pada 2019.

Sejumlah jalan ditutup untuk mendukung kelancaran acara, dan Dewan Kota Liverpool telah mengimbau warga agar tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Photo
Photo

Dalam momen emosional, Alexander-Arnold tak kuasa menahan air mata saat menyanyikan lagu You'll Never Walk Alone.

Ia sempat duduk di lapangan, lalu menangis saat memeluk keluarganya. Pemandangan ini sangat berbeda dengan cemoohan yang ia terima saat digantikan dalam laga melawan Arsenal.

Arne Slot menyampaikan apresiasinya kepada para suporter:

 “Semua berjalan luar biasa ketika para pendukung bersatu. Saya rasa tidak banyak perayaan yang seperti ini.

Tidak mengejutkan melihat mereka tampil gemilang hari ini, seperti yang mereka lakukan sepanjang musim, dan terhadap Trent,” ujar Slot.

The Reds berangkat tepat setelah pukul 2 siang saat mereka disambut oleh para pendukung di kota tersebut.
The Reds berangkat tepat setelah pukul 2 siang saat mereka disambut oleh para pendukung di kota tersebut.

“Ia pantas mendapatkannya. Saya sangat senang untuknya dan seluruh keluarga besar klub karena segalanya berjalan sesuai harapan.

“Semua orang bisa melihat betapa beratnya bagi dia untuk meninggalkan klub ini. Kami hanya bisa membuat para pemain merasa sulit untuk pergi.

Banyak yang tetap bertahan, tapi Trent membuat keputusan untuk pergi—sayangnya bagi kami. Namun, sungguh indah melihatnya berpamitan dengan cara seperti ini.” pungkas Arne Slot.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Liga Primer Inggris #trent alexander-arnold #Queens Drive #parade juara #arne slot #Dewan Kota Liverpool #liverpool #Allerton Maze