RADAR SURABAYA – Nasib tragis harus diterima Venezia FC, klub yang dibela oleh kapten tim nasional Indonesia, Jay Idzes.
Tim asal kota kanal tersebut resmi terdegradasi ke Serie B Liga Italia musim depan setelah takluk dari Juventus dengan skor 2-3 dalam laga terakhir Serie A 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Pier Luigi Penzo, Venezia, Senin dini hari (26/5).
Sayangnya, Jay Idzes tidak bisa memperkuat Venezia dalam pertandingan krusial ini karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu.
Absennya sang kapten tampaknya berdampak besar terhadap permainan tim asuhan Eusebio Di Francesco.
Hasil ini sekaligus mengakhiri harapan Venezia untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Italia. Satu-satunya peluang selamat adalah dengan
mengalahkan Juventus serta berharap Lecce dan Empoli sama-sama menelan kekalahan. Namun, skenario itu gagal terwujud.
Lecce justru mencuri kemenangan 1-0 atas tuan rumah Lazio, sementara Empoli kalah 1-2 dari Hellas Verona. Meski Empoli juga kalah, kemenangan Lecce membuat posisi Venezia tak beranjak dari zona merah.
Venezia FC menutup musim di peringkat ke-19 klasemen akhir Serie A dengan total 29 poin dari 38 pertandingan.
Mereka hanya mencatatkan lima kemenangan, 14 hasil imbang, dan 19 kali kalah. Di sisi lain, Juventus finis di posisi keempat dengan raihan 70 poin dan memastikan satu tempat di Liga Champions musim depan.
Buruknya performa Venezia musim ini tidak terlepas dari inkonsistensi permainan serta lemahnya lini pertahanan.
Meskipun beberapa kali tampil mengejutkan, tim yang baru promosi musim lalu itu gagal bersaing secara konsisten di papan tengah.
Selain Venezia, dua tim lain yang harus turun kasta ke Serie B adalah Empoli dan Monza. Jika Venezia dan Empoli berjuang hingga giornata terakhir, Monza sudah dipastikan terdegradasi beberapa pekan sebelumnya.
Degradasi ini menjadi pukulan bagi Jay Idzes yang baru mencatat debutnya di Serie A musim ini. Masa depannya bersama Venezia kini menjadi t
anda tanya besar, mengingat performanya cukup menonjol di lini belakang meski timnya tampil kurang maksimal secara kolektif.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan