Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gagal Total di Liga! Manchester United dan Tottenham Mati-Matian Rebut Trofi Liga Europa 2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 17 Mei 2025 | 19:18 WIB
Ruben Amorim (kiri) dan Ange Postecoglou.
Ruben Amorim (kiri) dan Ange Postecoglou.

RADAR SURABAYA-Bilbao menjadi sorotan utama saat dua klub Premier League, Manchester United dan Tottenham Hotspur, mengalihkan fokus dari performa buruk mereka di liga domestik menuju harapan terakhir: final Liga Europa 2025.

Keduanya kini berada di posisi papan bawah klasemen Liga Inggris, namun kemenangan di final Liga Europa akan menyelamatkan musim mereka sekaligus memberikan tiket emas menuju Liga Champions musim depan.

Kondisi Terkini: Kekalahan Beruntun di Liga Inggris

Sebelum bertemu di Spanyol, baik United maupun Spurs menelan kekalahan di pertandingan terakhir Liga Inggris.

Manchester United kalah 1-0 dari Chelsea, mencatat kekalahan ke-18 musim ini. Sementara itu, Tottenham ditaklukkan Aston Villa 2-0, membuat total kekalahan mereka menjadi 21—terbanyak dalam sejarah klub dalam satu musim.

Tren negatif ini berlanjut:

United tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan liga terakhir (2 imbang, 6 kalah), rekor terburuk sejak 1989–1990.

Spurs hanya menang sekali dalam 11 laga terakhir di Premier League.

Tottenham kebobolan dalam 12 laga beruntun, catatan terburuk sejak 2010.

Namun, di Eropa, situasinya sangat berbeda.

Tren Positif di Liga Europa

Di kompetisi Liga Europa 2025, kedua tim tampil konsisten:

Lima laga tak terkalahkan, termasuk empat kemenangan menuju partai final.

Performa yang jauh lebih stabil dibandingkan kiprah domestik mereka.

Final pada Kamis, 22 Mei 2025 dini hari WIB ini akan menjadi kesempatan terbaik bagi keduanya untuk menebus musim yang mengecewakan.

Persiapan Tim: Rotasi dan Fokus Final

Pelatih Ruben Amorim (Manchester United) dan Ange Postecoglou (Tottenham) telah mengatur rotasi pemain jelang final:

Postecoglou menyimpan banyak pemain inti, termasuk Vicario, Richarlison, dan Pedro Porro.

Amorim kembali memainkan pemain inti setelah laga melawan West Ham, dengan Andre Onana kembali mengawal gawang setelah sempat absen.

Menurut Amorim, fokusnya adalah menjaga ritme pertandingan para pemain menjelang laga puncak.

 "Kami punya lima hari untuk beristirahat dan mempersiapkan diri. Tekanan final memang berat, tapi kami siap menghadapinya," ujar Amorim kepada BBC Sport.

 Statistik Pertemuan dan Kekuatan Serangan

Spurs tampil lebih dominan dalam pertemuan musim ini:

Tiga kemenangan atas United: dua di Premier League, satu di Carabao Cup.

Tottenham mencetak 63 gol di liga, tertinggi di luar enam besar.

United hanya mencetak 42 gol, dengan serangan yang kurang tajam.

Son Heung-min menjadi harapan Spurs, setelah menunjukkan sinyal kebugaran saat melawan Villa. Sedangkan Rasmus Højlund masih kesulitan mencetak gol untuk United, hanya tiga gol dari 15 pertandingan terakhir.

 "Højlund terlihat seperti pemain muda akademi. Dia belum cukup matang untuk jadi andalan," ujar Roy Keane, mantan kapten Manchester United.

 Cedera Masih Jadi Momok

Cedera juga memengaruhi performa kedua klub:

Tottenham kehilangan 1.414 hari bermain karena cedera dari 38 kasus cedera—tertinggi ketiga di liga.

Manchester United kehilangan 1.229 hari dari 30 cedera, tertinggi kelima.

Baca Juga: Crystal Palace vs ManchesterCity: Pep Guardiola Siap Tempur di Final Piala FA demi Selamatkan Musim

Pemain seperti Kulusevski dan Maddison dipastikan absen di final. Sementara Pape Sarr diragukan tampil karena masalah punggung.

Siapa yang Lebih Siap di Final Liga Europa 2025?

Bagi Manchester United, ini adalah peluang meraih trofi Liga Europa kedua dalam 10 tahun dan trofi Eropa kelima secara keseluruhan.

Bagi Tottenham, ini bisa menjadi trofi pertama mereka di era modern dan awal dari sejarah baru di bawah Postecoglou.

"Saya tetap menjagokan United karena sejarah mereka di final Eropa," kata Roy Keane.
"Tapi ini 50-50. Jika Tottenham menang, status pahlawan menanti Postecoglou," tambah Jamie Redknapp.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#roy keane #liga europa #premier league #Final Liga Europa 2025 #Liga Champions #Ruben Amorim #ange postecoglou #Manchester United #Tottenham Hotspur