RADAR SURABAYA- Manajer Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, berada dalam tekanan yang semakin besar setelah menjalani musim yang mengecewakan.
Fabrizio Romano, dalam buletin eksklusifnya untuk GIVEMESPORT, mengonfirmasi bahwa tidak akan ada perubahan dalam 10 hari ke depan.
Klub asal London Utara tersebut dikabarkan mengagumi manajer Fulham, Marco Silva, dan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola.
Tottenham baru saja menelan kekalahan ke-20 mereka di Liga Primer Inggris musim ini saat menghadapi Crystal Palace pada hari Minggu, memperpanjang tren negatif mereka di kompetisi domestik.
Saat ini, tim asuhan Postecoglou tampaknya lebih berfokus pada kompetisi Eropa sebagai upaya menyelamatkan musim yang mengecewakan.
Spurs dijadwalkan menghadapi Manchester United dalam final Liga Europa pekan depan. Kemenangan dalam laga tersebut akan membuka peluang meraih trofi sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions, meskipun mereka hanya menempati peringkat ke-17 di Liga Primer.
Tidak Ada Perubahan Dalam Waktu Dekat
Menurut Romano, Tottenham memang mengagumi Iraola dan Silva, tetapi belum akan membuat keputusan dalam waktu dekat karena fokus klub saat ini tertuju pada final Liga Europa.
“Tidak ada yang berubah sejak kami melaporkannya sebulan lalu. Mereka menyukai Iraola dan Silva, tetapi selama 10 hari ke depan, dengan final yang akan datang, tidak akan ada pergerakan besar,” tulis Romano.
Rekor Ange Postecoglou di Tottenham
Jumlah pertandingan: 95
Menang: 45
Seri: 13
Kalah: 37
Gol dicetak: 179
Gol kebobolan: 148
Poin per pertandingan: 1,56
Sumber GIVEMESPORT menyebutkan bahwa ada kemungkinan Postecoglou akan diberhentikan, terlepas dari hasil di final Liga Europa.
Meski meraih trofi akan menjadi pencapaian besar bagi klub, performa buruk di Liga Primer tidak bisa diabaikan.
Postecoglou sendiri diyakini tidak akan banyak mengeluh jika harus kehilangan jabatannya seusai final, meski tentu akan merasa kecewa apabila harus pergi setelah mempersembahkan gelar yang telah lama dinantikan klub.
Musim ini, Spurs juga diterpa banyak cedera, namun posisi ke-17 di klasemen tetap dianggap tidak dapat diterima.
Andoni Iraola, yang pernah digambarkan sebagai pelatih “luar biasa” oleh Pep Guardiola, dinilai sebagai opsi potensial dan cerdas bagi Tottenham, terutama melihat kinerjanya bersama Bournemouth.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan