RADAR SURABAYA - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menegaskan bahwa dirinya tidak berniat mengundurkan diri, meskipun menyadari
bahwa ia akan berada di bawah tekanan besar jika Setan Merah gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Tiga hari setelah sempat menyiratkan kemungkinan mengundurkan diri karena performa buruk tim di Liga Primer Inggris, Amorim memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa ketimbang mundur, ia lebih mungkin diberhentikan oleh pihak klub.
“Saya sama sekali tidak akan mengundurkan diri,” ujar Amorim dalam konferensi pers pada Rabu (14/5).
“Yang ingin saya katakan adalah kami harus tampil baik, atau mereka akan mengganti kami. Itu hal yang wajar dalam sepak bola.”
Pelatih berusia 40 tahun itu terlihat lebih tenang dibandingkan suasana hatinya setelah kekalahan 0-2 dari West Ham di Old Trafford pada akhir
pekan lalu, yang membuat Manchester United terperosok ke posisi ke-16 klasemen sementara Liga Primer.
Amorim kembali menegaskan komitmennya terhadap standar tinggi yang diusung sejak awal kedatangannya di Old Trafford.
“Saya selalu berbicara soal standar. Saya tidak bisa menerima tim yang gagal meraih hasil dan tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Masih Ada Peluang Lolos ke Liga Champions
Manchester United akan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada Jumat malam dengan misi menjauh dari zona degradasi.
Namun, peluang lolos otomatis ke Liga Champions masih terbuka jika mereka mampu menjuarai final Liga Europa melawan Tottenham pekan depan di Bilbao.
Amorim menyadari pentingnya pertandingan tersebut, bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga finansial.
Gagal lolos ke Eropa untuk kedua kalinya dalam 35 tahun terakhir akan membuat klub kehilangan potensi pendapatan sebesar £100 juta.
“Ya, tentu saja, jika kami tidak menang (di final Liga Europa), saya akan berada di bawah tekanan. Tapi saya tidak khawatir soal itu,” katanya.
“Akan sangat buruk jika itu terjadi. Saya tidak ingin menjadikannya alasan, tapi memang akan sulit. Kesabaran suporter dan kalian (media) akan diuji musim depan. Liga Champions sangat penting untuk segalanya.”
Satu Musim Tanpa Kompetisi Eropa Bisa Jadi Momen Evaluasi
Meski begitu, Amorim menilai satu musim tanpa kompetisi Eropa bisa menjadi momentum penting bagi Manchester United untuk memperbaiki diri.
“Kami membutuhkan lebih banyak waktu bersama tim. Kami perlu mengatur ulang banyak hal di Carrington. Tahun ini membuktikan bahwa kami harus memiliki skuad yang lebih kuat,” jelasnya.
“Jika kami ingin bersaing di Eropa sekaligus kompetitif di Liga Primer, itu akan sangat sulit.”
Sikap Dermawan Amorim untuk Staf Klub
Di tengah tekanan tersebut, sikap Ruben Amorim yang menyentuh hati juga mendapat sorotan. Ia dilaporkan membiayai 30 staf Manchester United
agar bisa membawa keluarga mereka ke final Liga Europa di Bilbao, setelah klub melakukan pemotongan anggaran.
“Situasinya sederhana. Banyak orang pergi, ada perubahan dalam staf, dan sulit bagi klub untuk memberikan dukungan tambahan,” ucap Amorim.
“Saya hanya ingin membantu. Itu tidak akan mengubah hidup saya. Para pemain juga bereaksi sama. Mereka ingin keluarga staf hadir di final.”
Kondisi Pemain Jelang Final
Amorim mengonfirmasi bahwa beberapa pemain andalannya seperti Leny Yoro, Matthijs De Ligt, dan Diogo Dalot masih diragukan tampil di final melawan Tottenham karena cedera. Ia tidak berencana mengambil risiko dengan memainkan mereka saat menghadapi Chelsea.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan