RADAR SURABAYA – Tim utama Sevilla FC terpaksa menginap di fasilitas latihan mereka pada Sabtu (10/5) malam setelah mengalami serangan hebat dari para pendukung sendiri.
Insiden ini terjadi menyusul kekalahan 3-2 dari Celta Vigo, yang hanya bermain dengan 10 orang.
Dalam pernyataan resminya, Sevilla mengecam keras aksi vandalisme terorganisasi yang terjadi di kompleks latihan Jose Ramon Cisneros Palacios.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok besar suporter meneriakkan yel-yel disertai letusan kembang api.
Beberapa video juga memperlihatkan gerbang fasilitas yang didobrak secara paksa oleh massa.
Akibat serangan tersebut, para pemain dan staf pelatih Sevilla harus tetap berada di dalam gedung setelah kembali dari Vigo demi alasan keamanan.
“Klub akan menindaklanjuti pengungkapan identitas karyawan serta penyebaran data pribadi yang dilakukan di media sosial maupun media massa, karena tindakan ini merupakan pelanggaran hukum,” bunyi pernyataan Sevilla.
Hasil negatif tersebut membuat Sevilla terperosok ke posisi ke-16 klasemen sementara La Liga, hanya unggul enam poin dari zona degradasi dengan tiga pertandingan tersisa.
Sebagai catatan, Sevilla pernah berjaya di pentas Eropa dengan menjuarai Liga Europa pada tahun 2020 dan 2023.
Klub menegaskan bahwa insiden ini akan dibawa ke ranah hukum. Sevilla menyatakan kesiapannya untuk membantu penyelidikan secara penuh dan mengidentifikasi para pelaku, terutama jika mereka merupakan pendukung klub.
“Kami mengakui musim ini tidak berjalan baik dan menghormati hak suporter untuk memprotes. Namun, dalam kondisi apa pun, protes tidak dapat dibenarkan jika disertai kekerasan, ancaman, atau vandalisme,” tegas pihak klub.
Sevilla kini dalam tekanan berat karena belum meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir. Tim akan menghadapi laga krusial melawan sesama penghuni papan bawah, Las Palmas, pada Selasa mendatang.
Setelah itu, mereka dijadwalkan menjamu Real Madrid dan menutup musim dengan laga tandang melawan Villarreal.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan