RADAR SURABAYA- Arsenal kembali gagal merebut trofi Liga Primer Inggris musim ini. Harapan untuk menghentikan puasa gelar liga selama 20 tahun pupus di tangan rival langsung, Liverpool.
Sebaliknya, pasukan Mikel Arteta harus memberikan guard of honour kepada sang juara di Anfield, sebuah momen yang menyakitkan namun harus menjadi pemicu introspeksi.
Setelah mencatat progres konsisten dalam lima tahun terakhir, The Gunners kini harus menganalisis secara mendalam aspek-aspek apa saja yang masih kurang.
Apa saja yang perlu diperbaiki Arsenal untuk bisa menjadi juara Liga Inggris musim depan?
1. Mendatangkan Striker Berkualitas
Salah satu kekurangan paling mencolok Arsenal adalah kurangnya penyerang tengah yang tajam. Ketika absennya Kai Havertz atau Gabriel Jesus,
Arsenal tidak memiliki opsi murni yang bisa menjadi pembeda. Arteta bahkan harus memainkan Mikel Merino di lini depan dalam beberapa kesempatan.
Sebagai perbandingan, Liverpool memiliki lini serang yang lebih dalam dan dinamis: Mohamed Salah, Luis Díaz, Cody Gakpo, hingga Darwin Núñez.
Arsenal perlu merekrut striker yang bisa mencetak 25 gol per musim — sebuah angka yang bisa membuat perbedaan besar dalam perebutan gelar.
Nama-nama seperti Benjamin Sesko (RB Leipzig), Viktor Gyökeres (Sporting CP), dan bahkan Alexander Isak (Newcastle United) masuk radar. Tanpa penyerang top, Arsenal sulit menyaingi klub-klub papan atas lainnya.
2. Meningkatkan Produktivitas Individu, Terutama Bukayo Saka
Meskipun Arsenal mencetak 91 gol musim lalu, distribusinya terlalu merata. Tak ada satu pun pemain yang menjadi pencetak gol dominan layaknya Mohamed Salah di Liverpool.
Baca Juga: Persija vs Bali United: Bali United Waspadai Persija Tanpa Pelatih Tetap di Pekan ke-32 Liga 1
Mungkin ini yang membuat Arteta yakin Arsenal tidak merekrut striker dan lebih percaya kepada Kai Havertz.
Terakhir kali pemain Arsenal mencetak lebih dari 25 gol liga adalah Thierry Henry pada 2004/05.
Bukayo Saka menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan ini. Meski performanya impresif di Liga Champions, musim domestiknya terganggu oleh cedera.
Jika Saka bisa tetap fit sepanjang musim, ia berpotensi menjadi senjata utama Arsenal dalam perburuan gelar.
3. Mengelola Cedera dengan Lebih Baik
Salah satu faktor kegagalan Arsenal musim ini adalah banyaknya pemain kunci yang mengalami cedera.
Pada momen penting musim ini, Arteta kehilangan Takehiro Tomiyasu, Gabriel Magalhães, Thomas Partey, Havertz, Jesus, hingga Odegaard secara bersamaan.
Dibandingkan Liverpool yang minim cedera pemain inti, Arsenal harus meningkatkan manajemen kebugaran, baik dari segi medis, rotasi, maupun intensitas latihan.
Pada era Jurgen Klopp, Liverpool juga pernah mengalami hal ini. Dan salah satu keahlian Arne Slot, pelatih asal Belanda ini memiliki kemampuan pengelolaan tim termasuk kebugaran yang baik.
4. Memperbaiki Disiplin di Lapangan
Arsenal tercatat sebagai tim dengan kartu merah terbanyak di Liga Primer musim ini (5 kartu). Kartu merah yang tidak perlu dari pemain seperti Declan Rice, Trossard, dan Saliba membuat tim kehilangan momentum dan poin penting.
Meski Arteta mengkritisi inkonsistensi wasit, para pemain harus mampu mengendalikan emosi dan tidak memberi celah kepada pengadil lapangan untuk menjatuhkan hukuman.
5. Menambah Kualitas dan Kedalaman Skuad
Untuk bisa bersaing di empat kompetisi sekaligus, Arsenal membutuhkan skuad yang dalam dan berkualitas.
Transfer Martín Zubimendi dari Real Sociedad dan potensi hengkangnya Jorginho serta Partey membuat sektor gelandang menjadi area prioritas.
Selain itu, Arsenal juga tengah mengincar kiper cadangan baru dan seorang winger dinamis, dengan Nico Williams (Athletic Club) sebagai target utama.
Pengangkatan Andrea Berta sebagai direktur olahraga juga diharapkan bisa memperkuat strategi transfer klub.
Musim panas ini akan menjadi momen krusial. Jika manajemen, staf pelatih, dan para pemain mampu merespons dengan tepat, impian Arsenal untuk kembali mengangkat trofi Liga Inggris bisa menjadi kenyataan. Bukan lagi menjadi klub yang "hampir menjadi juara".(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan