Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ilkay Gundogan Siap Jadi Asisten Pep Guardiola: Langkah Awal Menuju Kursi Pelatih

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 8 Mei 2025 | 20:24 WIB
Ilkay Gundogan ingin menjadi asisten Pep Guardiola setelah menggantung sepatu.
Ilkay Gundogan ingin menjadi asisten Pep Guardiola setelah menggantung sepatu.

RADAR SURABAYA- Gelandang andalan Manchester City, Ilkay Gundogan, menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan karier di dunia sepak bola sebagai pelatih setelah pensiun.

Lebih spesifik lagi, pemain berusia 34 tahun itu ingin memulai langkah barunya sebagai asisten dari pelatih legendaris Pep Guardiola, sosok yang telah banyak membentuk kariernya di level tertinggi.

Hubungan Dekat Gundogan dan Guardiola

Gundogan adalah rekrutan pertama era Guardiola di Manchester City, diboyong dari Borussia Dortmund pada musim panas 2016.

Sejak saat itu, ia menjadi bagian vital dari proyek besar Guardiola di Etihad Stadium. Selama tujuh musim berseragam City (2016–2023), Gundogan mencatat 304 penampilan, mencetak 60 gol, dan memberikan 40 assist di semua kompetisi.

Bersama Guardiola, Gundogan meraih banyak gelar prestisius, termasuk lima gelar Liga Primer Inggris, dua Piala FA, dan satu trofi Liga Champions yang menjadi bagian dari treble winner musim 2022/23—prestasi yang hanya bisa diraih segelintir klub di Eropa.

Belajar dari Sang Maestro

Dalam wawancaranya bersama SportBild, Gundogan mengatakan, "Saya belum bertanya kepadanya (Guardiola), tetapi mungkin tidak ada yang lebih baik daripada memulai sebagai asisten Pep.

Contoh-contoh dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa hal itu dapat membuka jalan bagi karier kepelatihan. Menjadi asisten pelatih Pep akan sangat menarik bagi saya."

Contoh yang dimaksud Gundogan bukanlah omong kosong. Mikel Arteta, yang menjadi tangan kanan Guardiola sejak 2016, kini sukses menangani Arsenal dan menjadikan mereka penantang serius di Liga Primer.

Enzo Maresca, mantan pelatih tim U-21 City dan staf Guardiola musim 2022/23, sempat menukangi Leicester City dan membawa mereka promosi ke Premier League, kemudian sekarang menjadi manajer Chelsea.

Di Barcelona, Guardiola juga menciptakan generasi pelatih baru. Salah satu contohnya adalah Tito Vilanova, asisten setia yang menggantikannya pada 2012 dan membawa Barca meraih gelar La Liga dengan rekor 100 poin.

Potensi Gundogan Sebagai Pelatih

Meski saat ini masih aktif bermain untuk Barcelona sejak musim panas 2023, Gundogan telah menunjukkan sifat kepemimpinan dan kecerdasan taktis di lapangan.

Ia adalah kapten Manchester City selama musim treble 2022/23 dan juga menjadi pemimpin Tim Nasional Jerman di beberapa laga penting.

Statistik Gundogan sebagai gelandang sangat impresif. Musim 2022/23 menjadi musim terbaiknya secara ofensif, dengan torehan 11 gol dan tujuh assist di semua kompetisi.

Ia juga dikenal sebagai pemain yang disiplin taktis, mampu bermain dalam berbagai peran mulai dari gelandang bertahan hingga playmaker.

Guardiola, Pencetak Pelatih Masa Depan

Pep Guardiola bukan sekadar pelatih sukses di level klub, ia juga dikenal sebagai mentor bagi pelatih-pelatih muda.

Filosofinya yang mengedepankan penguasaan bola, pressing tinggi, dan fleksibilitas taktik telah menjadi acuan di banyak klub Eropa.

“Pep bukan hanya membuat pemain berkembang, tapi juga membentuk pelatih hebat. Dia selalu menjelaskan alasan di balik keputusan taktisnya. Itu sangat mendidik,” ungkap Maresca dalam sebuah wawancara.

Waktu yang Kian Menipis

Jika Gundogan benar-benar ingin menjadi bagian dari staf Guardiola, ia harus bergerak cepat. Guardiola telah menyatakan bahwa ia kemungkinan akan meninggalkan Manchester City setelah kontraknya habis pada 2027.

Pelatih asal Spanyol itu bahkan menyebut akan mengambil “istirahat panjang” dari dunia sepak bola setelah itu.

Saat ini, posisi asisten Guardiola diisi oleh Juanma Lillo—pelatih berpengalaman asal Spanyol yang dikenal sebagai mentor Guardiola semasa muda—dan Carlo Vicens, pelatih muda yang naik dari akademi City.

Ilkay Gundogan tampaknya telah menyiapkan rencana masa depan yang matang. Dengan pengalaman panjang di bawah arahan Guardiola,

karakter kepemimpinan yang kuat, serta kecerdasan taktis yang terbukti di lapangan, ia memiliki semua bekal untuk menjadi pelatih sukses di masa depan.

Menjadi bagian dari staf Guardiola bisa menjadi batu loncatan ideal bagi Gundogan, seperti halnya Arteta dan Maresca.

Jika rencana ini terwujud, bukan mustahil dunia akan melihat Ilkay Gundogan sebagai pelatih hebat generasi berikutnya—penerus filosofi sepak bola Pep Guardiola.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#manchester city #asisten pelatih #ilkay gundogan #pep guardiola #mikel arteta #Enzo Maresca