RADAR SURABAYA - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tetap meyakini bahwa timnya adalah yang terbaik di Liga Champions musim ini, meskipun harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga semifinal.
PSG memastikan tiket ke final setelah mengalahkan Arsenal 2-1 pada leg kedua yang berlangsung di Parc des Princes, Rabu pagi (7/5).
Gol dari Fabián Ruiz dan Achraf Hakimi melengkapi agregat kemenangan 3-1 bagi tim asuhan Luis Enrique. Mereka akan menghadapi Inter Milan di partai final yang digelar di Munich pada 31 Mei mendatang.
Arsenal Tampil Dominan di Awal Laga
The Gunners sebenarnya tampil mengesankan sejak menit awal. Gabriel Martinelli dan Martin Odegaard memaksa kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, melakukan dua penyelamatan krusial dalam 10 menit pertama.
Donnarumma kembali menjadi penyelamat saat menggagalkan peluang Bukayo Saka dengan ujung jarinya.
Pada menit ke-69, PSG mendapat penalti setelah handball Myles Lewis-Skelly melalui tinjauan VAR. Namun, Vitinha gagal mengeksekusinya.
Arsenal akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat gol Saka pada menit ke-76, tetapi itu tidak cukup untuk membalikkan agregat.
Arteta: Tidak Ada Tim yang Lebih Baik dari Arsenal
Usai pertandingan, Arteta mengekspresikan rasa bangga sekaligus kekecewaannya.
"Menurut saya, 100% tidak ada tim yang lebih baik dari Arsenal dalam kompetisi ini. Kami tersingkir, tetapi saya pikir kami pantas mendapatkan lebih banyak di kedua leg," ujar Arteta.
"Kompetisi ini ditentukan di kotak penalti, dan Donnarumma adalah pemain terbaik dalam dua pertandingan."
Saat ditanya apakah Arsenal merupakan tim terbaik yang gagal lolos, Arteta menjawab:"Saya pikir begitu. Terutama selama 160 menit pertandingan.
Itu membuat saya sangat bangga, tetapi pada saat yang sama saya sangat kesal karena kami tidak bisa melangkah ke final."
Arteta juga mengungkapkan emosi para pemain seusai laga:
"Mereka menangis di ruang ganti. Itu menunjukkan betapa mereka menginginkannya."
Luis Enrique: PSG Lebih Layak ke Final
Pelatih PSG, Luis Enrique, memberikan tanggapan atas pernyataan Arteta, namun memilih untuk tidak sependapat.
"Mikel Arteta adalah teman baik, tetapi saya sama sekali tidak setuju. Kami mencetak lebih banyak gol dalam dua leg, dan itu yang terpenting," ujar Enrique. "Arsenal bermain bagus dan kami menderita, tapi kami pantas berada di final."
Declan Rice: Kami Akan Kembali Lebih Kuat
Gelandang Arsenal, Declan Rice, menyayangkan peluang-peluang emas yang gagal dikonversi di awal laga.
"Jika kami mencetak satu dari peluang itu, jalannya pertandingan akan berubah total. Dua kesalahan, dua gol untuk mereka," kata Rice.
Meski gagal melangkah ke final, Rice percaya kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi tim.
"Terkadang Anda harus kalah beberapa kali untuk menang. Kami tumbuh sebagai tim dan sebagai individu. Ini akan memperkuat mental kami ke depan."
Statistik Buruk Arsenal di Semifinal
Kekalahan ini menambah catatan buruk Arsenal yang gagal melaju dari empat semifinal kompetisi utama terakhir mereka:
Liga Europa 2020-21
Piala Carabao 2021-22
Piala Carabao 2024-25
Liga Champions 2024-25
Selain itu, mereka juga gagal merebut gelar Liga Primer dari Manchester City dalam dua musim terakhir. So, di mana terbaiknya Arsenal ?
Namun dengan mentalitas yang terus berkembang, The Gunners berharap bisa mengakhiri paceklik trofi dalam waktu dekat.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan