RADAR SURABAYA- Pelatih Manchester United, Ruben Amorim tegaskan Liga Europa sebagai kesempatan terakhir menebus musim mengecewakan di Liga Inggris. Kekalahan dari Brentford semakin perburuk posisi Setan Merah.
Manchester United kembali menjadi sorotan setelah menelan kekalahan 3-4 dari Brentford dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Minggu (4/5).
Hasil tersebut memperpanjang rekor tanpa kemenangan MU menjadi enam laga beruntun, dan menempatkan mereka di posisi ke-15 klasemen
sementara dengan 39 poin dari 35 pertandingan. Ini adalah salah satu performa terburuk Setan Merah dalam sejarah Premier League.
Namun, harapan belum sepenuhnya pupus. Pelatih MU, Ruben Amorim, menegaskan bahwa Liga Europa kini menjadi fokus utama dan peluang terakhir untuk menyelamatkan musim mereka.
“Kami kalah dalam pertandingan di Liga Primer, tetapi kami berjuang untuk Liga Europa. Kami harus menerima semua pukulan dan memikirkan
pertandingan Kamis, yang merupakan pertandingan terpenting bagi kami,” tegas Amorim, dikutip dari laman resmi klub.
Rotasi Besar demi Target Lebih Besar
Dalam laga melawan Brentford, Amorim melakukan delapan perubahan dalam susunan pemain inti.
Beberapa bintang seperti Bruno Fernandes, Diogo Dalot, dan Rasmus Højlund dicadangkan demi menjaga kebugaran jelang leg kedua semifinal Liga Europa kontra Athletic Bilbao, Kamis mendatang di Old Trafford.
MU membawa modal kemenangan 3-0 dari leg pertama di Spanyol. Gol-gol dari Marcus Rashford, Scott McTominay, dan Alejandro Garnacho menempatkan mereka di atas angin, namun Amorim enggan lengah.
“Kami sebagai klub memiliki tanggung jawab besar untuk memenangkan Liga Europa. Rotasi itu perlu, semua orang bermain, tapi jelas tidak mudah,” ujar Amorim.
Statistik Buruk di Liga Inggris
Kekalahan dari Brentford menambah catatan minor MU:
Tidak menang dalam 6 laga terakhir Liga Inggris
Kebobolan 12 gol dalam 5 pertandingan terakhir
Hanya meraih 2 kemenangan dari 10 laga terakhir
12 kekalahan dari 24 pertandingan liga di bawah Amorim
Jika tren ini terus berlanjut, MU bisa mencatat posisi akhir terburuk sejak mereka terdegradasi ke Divisi Dua pada musim 1973/1974.
Tekanan Besar Jelang Bilbao
Para pemain kini dituntut tampil maksimal melawan Bilbao demi mengamankan tiket ke final Liga Europa. Jika lolos, mereka akan menghadapi pemenang antara AS Roma dan Bayer Leverkusen.
Bruno Fernandes, yang menjadi motor serangan MU, mencatatkan 11 assist dan 8 gol di semua kompetisi musim ini. Ia diharapkan tampil sejak awal, didukung Garnacho dan Højlund di lini depan.
“Kami ingin tetap kompetitif, kami berjuang keras selama 90 menit. Ini sangat sulit, tapi kami melakukan yang terbaik untuk mengelola situasi ini,” kata Amorim.
Liga Europa: Jalan Terakhir Menyelamatkan Musim
Dengan tidak adanya peluang realistis untuk lolos ke Liga Champions melalui jalur liga, Liga Europa menjadi jalan satu-satunya MU meraih trofi sekaligus tiket otomatis ke Liga Champions musim depan.
Kemenangan di kompetisi ini bisa meredam kritik terhadap Amorim dan memberikan pondasi bagi pembangunan ulang skuad musim depan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan