RADAR SURABAYA - Liverpool resmi meraih gelar Liga Primer Inggris ke-20 mereka setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 5-1 pada Minggu sore.
Kemenangan ini membuat The Reds menyamai rekor 20 trofi yang sebelumnya dipegang oleh rival abadi mereka, Manchester United di era Sir Alex Ferguson.
Di bawah asuhan Arne Slot, Liverpool berhasil mengangkat trofi Liga Primer kedua mereka, memperkuat dominasi mereka di kancah sepak bola Inggris.
Namun, bagaimana prestasi ini dibandingkan dengan kemenangan historis lainnya?
Potensi Poin Akhir Liverpool Musim Ini
Saat ini Liverpool mengoleksi 82 poin, mengungguli Arsenal yang berada di posisi kedua dengan 67 poin.
Dengan hanya empat laga tersisa, The Gunners maksimal hanya bisa meraih 79 poin, memastikan Liverpool tak terkejar.
Meskipun ada anggapan persaingan musim ini kurang ketat, proyeksi keunggulan 14 poin Liverpool hanya 35% lebih kecil dari rekor
keunggulan 19 poin Manchester City pada musim 2017-18. Hal ini menunjukkan kompetisi tetap ketat dan penuh tantangan.
Jika mempertahankan performa hingga akhir, Liverpool berpeluang mencapai:
91 poin dengan rata-rata 2,39 poin per pertandingan
94 poin jika meraih kemenangan di semua sisa laga melawan Chelsea, Arsenal, Brighton, dan Crystal Palace
Dengan demikian, The Reds bisa masuk dalam daftar enam besar peraih poin terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer Inggris.
Performa Pemain Kunci dan Rencana Masa Depan
Liverpool musim ini sangat bergantung pada Mohamed Salah untuk menjaga produktivitas di lini depan.
Di sisi lain, Andrew Robertson tampil konsisten di sektor bek kiri. Namun, sektor gelandang bertahan masih menjadi perhatian, apalagi setelah kegagalan mendatangkan Martin Zubimendi musim panas lalu.
Pencarian pemain baru diperkirakan akan menjadi prioritas Liverpool pada bursa transfer berikutnya demi memperkuat skuad Slot.
Arne Slot dan Jejak Sejarah
Slot kini menjadi manajer kelima yang menjuarai Liga Primer pada musim debutnya, bergabung dengan:
Jose Mourinho (Chelsea, 2004-05)
Carlo Ancelotti (Chelsea, 2009-10)
Manuel Pellegrini (Manchester City, 2013-14)
Antonio Conte (Chelsea, 2016-17)
Meski sulit menyaingi rekor 95 poin Mourinho, Slot berpeluang melewati catatan 91 poin Sir Alex Ferguson pada musim 1993-94 dan 90 poin "Invincibles" asuhan Arsene Wenger di musim 2003-04.
Perbandingan dengan Era Klopp dan Guardiola
Slot menghadapi tantangan berat untuk menandingi era kejayaan Jurgen Klopp yang mencetak 99 poin pada musim 2019-20 dan 97 poin di musim sebelumnya.
Di sisi lain, meski sulit menyamai rekor 100 poin Pep Guardiola bersama Manchester City, dominasi Liverpool musim ini tetap patut diapresiasi.
Dengan direktur olahraga baru, Richard Hughes, Liverpool berharap mempertahankan kestabilan dan menghindari jebakan pemecatan manajer yang kerap terjadi setelah musim sukses.
Kemenangan Liverpool musim ini bukan hanya tentang menyamai rekor Manchester United, tetapi juga membuktikan bahwa transisi dari era Klopp ke Slot dapat berjalan mulus.
Jika mereka mampu mengunci poin maksimal di sisa pertandingan, tidak ada keraguan bahwa The Reds akan dikenang sebagai salah satu juara Liga Primer paling konsisten dalam sejarah.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan