RADAR SURABAYA - Musim Kompetisi V-League Korea atau Liga Voli Korea kali ini menjadi saksi dari pertarungan emosional dan penuh semangat,
terlebih dalam pertandingan ketiga seri kejuaraan atau babak final antara Heungkuk Life Insurance Pink Spiders vs Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin menyampaikan pujian yang penuh emosi kepada para pemainnya, meskipun gagal mem awa timnya juara.
"Itu adalah pertandingan yang mengharukan dan akan tercatat dalam sejarah V-League," ujarnya, sembari menyemangati para pemain dengan teriakan “atasi!” yang disambut tawa dan semangat juang tinggi.
Namun, di tengah atmosfer penuh semangat itu, satu nama muncul sebagai sorotan: Megawati Hangestri Pertiwi, sang "Mega Power" dari Indonesia.
Meski sempat mengalami masalah pada lututnya, Megawati Hangestri Pertiwi tampil luar biasa dan menjadi pembeda di lapangan.
Dalam tiga pertandingan terakhir dari babak final, ia mencetak 40, 38, dan 37 poin berturut-turut—penampilan yang tidak hanya memukau publik, tetapi juga para legenda bola voli.
Megawati berhasil mencetak total 218 poin dari tiga pertandingan playoff dan lima pertandingan babak final sejak 25 Maret.
Rata-rata 27 poin per pertandingan menjadi bukti betapa dominannya peran Mega di tim Jung Kwan Jang Red Sparks.
Legenda voli Korea, Kim Yeon-kyung, pun tak luput mengungkapkan kekagumannya. “Saya bertanya-tanya apakah Mega memang sekuat ini. Ia bermain baik musim lalu, tetapi kini ia tumbuh menjadi pemain yang jauh lebih tangguh.
Penampilannya di pertandingan ketiga dan keempat benar-benar luar biasa. Banyak orang terkejut, termasuk kami.
Jika Korea bertemu dengan tim nasional Indonesia, Mega akan menjadi lawan yang sangat tangguh,” ungkap Kim dengan nada bangga sekaligus waspada.
Tidak heran jika Megawati kini dijuluki sebagai pemain kuota Asia tersukses yang pernah tampil di V-League.
Diperkenalkan ke liga Korea pada 2023 melalui jalur kuota Asia—bukan melalui uji coba pemain asing—Megawati sukses mencuri perhatian publik dan media Korea.
Popularitasnya bahkan membuatnya dijuluki sebagai "Kim Yeon-kyung-nya Indonesia". Tahun lalu, saat menghadiri acara di Indonesia, Megawati sempat terkejut dengan sambutan meriah dari para penggemar.
Fenomena ini tidak hanya memperkuat hubungan olahraga antara Indonesia dan Korea Selatan, tetapi juga mendorong ekspansi global V-League.
Dapat dikatakan bahwa seperti K pop, 'K volleyball' kini telah menembus batas internasional termasuk Indonesia dengan Megawati Hangestri Pertiwi sebagai salah satu duta terbaiknya.
Setelah dua musim membela Jung Kwan Jang Red Sparks dan merasakan hangatnya "musim semi Daejeon", kini publik menantikan langkah selanjutnya: ke mana Megawati akan berlabuh musim depan?
Yang kedua: setelah Mega Power tidak di Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks dan tidak bermain di Korea, apakah K volleyball tetap bertahan mewabah di Indonesia seperti K-pop ? Kita lihat saja nanti !.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan